Sengketa Harta Warisan, Ahli Waris Saling Lapor Kepada Kepolisian

Ilustrasi


Lensanews.id (KARAWANG) - Perselisihan tanah waris terjadi pada tiga Kaka beradik yakni Anwar Asepik (45), Ida Farida (42), Ajang Lukman (37) Di Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten karawang. Hal itu terjadi setelah salah seorang ahli waris Ida Farida mengelola dan mendirikan bangunan dilahan warisan milik bersama tanpa ada musyawarah dengan anwar kakak dari Ida dan Ajang adik dari ida, Ida mengklaim bahwa lahan dengan luas 597 m2 dengan sertifikat SHM no.02086 tersebut pemberian dari almarhum Ayahnya, meski tanpa bukti kepemilikan Sertifikat dan data yang kuat. Pengakuan tersebut dibantah oleh Anwar kakak dari Ida dengan menyampaikan bahwa tanah tersebut jelas milik bersama, hal itu diperkuat dengan surat putusan dari Pengadilan Negri Agama no.1315/Pdt.G/2020/PA.Krw. Anwar juga mengatakan bahwa dirinya sering mengajak Ida adiknya dan Rudy suami dari Ida untuk musyawarah namun tidak mau. Dirinya juga sangat menyayangkan sikap dari Ida dan Rudy yang terkesan tidak menghiraukan dan bersikap semena-mena dengan lahan/tanah sengketa tersebut. "mengenai bangunan awalnya lahan itu kosong, dikemudian hari secara semena-mena mendirikan tanpa ada musyawarah keluarga," Ucapnya saat diwawancara lensanews.id (22/07/2020) Dengan adanya bangunan berupa pertokoan yang dikelola oleh salah satu hak waris diatas lahan milik bersama dirinya Anwar dan Ajang mengaku sangat dirugikan, bahkan saat disambangi langsung untuk meminta kejelasan mengenai bangunan yang berdiri diatas lahan bersama yang dimana keduanya mempunyai hak waris dan jelas melakukan penyerobotan lahan tanpa izin terjadilah adu mulut hingga hampir berkelahi di depan bangunan sengketa tanah yang berujung dengan pelaporan terhadap Ajang adik dari Anwar karena merusak pintu bangunan tersebut kepada pihak Kepolisian setempat.

Saat diwawancara terkait kasus sengketa tanah dan perusakan yang dilakukan oleh salah satu pihak dengan bangunan tanpa izin yang berada diatas tanah miliknya sebagai salah satu ahli waris, Kapolsek Rawamerta AKP Sutejo SH menjelaskan bahwa setelah gelar perkara ternyata bangunan yang dirusak masih sengketa, tidak bangunan dibangun tanpa izin musyawarah, namun tetap diproses secara normatif. "kita kembalikan lagi ke keluarga untuk melakukan mediasi karna belum masuk unsur pengerusakannya, jika dari mediasi tidak ada titik terang dari keluarga, maka kasus ini kita hentikan karena dari unsurnya belum kena," Jelasnya.

Saat tim berupaya wawancara langsung dikediamannya dan ditempat kerjanya, Ida Farida maupun Rudy suami Ida belum dapat ditemui. ( Gie )