RENTERNIR TERAPKAN BUNGA TINGGI, BAHKAN TIDAK SEGAN RAMPAS RUMAH APABILA TIDAK MEMBAYAR



Ilustrasi
KARAWANG –Dalam kondisi Pademi Covid 19 ini, nampaknya tidak berpengaruh terhadap aktifitas penagihan oleh Rentenir ini, Dengan dalih memperkerjakan tetangganya untuk menagih kepada para nasabahnya, renternir ini membantah kalau dirinya sudah melakukan aktifitas keliling untuk menagih hutang para nasabahnya,  bahkan saat dikonfirmasi via sambungan pesan singkat whatsapp, mengenai adanya sikap penyitaan rumah nasabahnya yang tidak sanggup membayar hutang beserta bunganya tersebut, Renternir tersebut diam seribu bahasa, dan hanya membaca pesannya saja saat dikonfirmasi lensanews.id.


“ Saya sudah lama tidak keliling, jadi saya tidak ada aktifitas apapun “, balasnya via pesan singkat whatsaap saat dikonfirmasi lensanews.id , serta lebih memilih diam saat dikonfirmasi akan adanya sikap penyitaan rumah milik salahsatu nasabahnya tersebut.


Diksempatan berbeda, AA (31) Salahsatu warga Kecamatan Kotabaru mengungkapkan adanya penyitaan rumah tersebut saya sempat dengar, namun kini tidak tau tinggal dimana yang rumahnya disita tersebut, “ Saya sih sempat dengar rumah orang tersebut disita gara – gara tidak dapat melunasi hutang beserta bunganya kepada renternir itu, namun saya kurang tau juga sekarang tin ggal dimana orang tersebut. “ terangnya saat ditemui lensanews.id


Menurut Informasi yang dihimpun lensanews.id dilapangan, Didi, nama orang yang rumahnya diduga sudah disita oleh seseorang ibu rumah tangga berinisial TH salahsatu warga perum Rancamanyar Kecamatan Kotabaru, hal tersebut menimbulkan komentar cukup keras dari Eddy DJunaedi sebagai Kerua LPKSM ( Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat ) Linkar ( Lumbung Informasi Karsa dan Karya ), atas yang terjadi tersebut.



Eddy Djunaedy ( Ketua LPKSM Linkar )
Saya harap, masyarakat kini mulai beralih kepada lembaga pembiayan yang legas dan resmi, guna menghidari adanya penerapan bunga yang tidak wajar, serta sikap arogansi penerima pinjaman, dan saya berharap, adanya pengaduan resmi kepada kami guna untuk menindaklanjutinya kepada proses hukum berikutnya apabila ada yang dirugikan oleh renternir – renternir yang diduga sudah memberatkan dan membuat sengsara para nasabahnya, dan satu lagi, apapun alasan dan dalihnya, Rentenir perorangan atau yang tidak memiliki izin sebagai badan penyaluran uang itu sangat dilarang dan dianggap ilegal, segera laporkan kepada BPSK ( Badan Perlindungan Sengketa Konsumen ) untuk segera diproses sesuai hukum yang berlaku. “ Tegasnya pada lensanews.id. (gie)