KAPOLSEK KOTABARU, HIMBAU WARGANYA JANGAN MENGGUNAKAN JASA RENTENIR



Kapolsek Kotabaru, Iptu Tata Suhendar.,SH.
KARAWANG – Maraknya praktik Rentenir dikawasan Kecamatan Kotabaru Karawang ini, sudah membuat sebagain besar warga resah, pasalnya, para rentenir ini kerap menerapkan Bunga hingga 20% (dua puluh persen ) Bahkan lebih kepada para nasabahnya, dan apabila telat membayar akan dikenakan denda tambahan pula hingga berani memaksa menguangkan aset milik nasabah hingga menyita aset nasabahnya, hal tersebut langsung mendapat respon dari Kapolsek KotaBaru Karawang, Iptu Tata Suhendar.,SH, prihal adanya praktik Rentenir dikawasan Hukum yang dipimpinnya tersebut.


Saya harap kepada warga Kotabaru khususnya, umumnya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Karawang, agar menghindari jeratan atau lilitan Rentenir, apalagi kalau Renternirnya udah jelas merugikan dengan menerapkan bunga yang besar, jang jelas – jelas merugikan, dan apabila ada yang merasa jadi korban dari para Rentenir tersebut, agar segera melaporkan kejadiannya keapda kami Polsek Kotabaru, guna menindaklanjuti permasalahan tersebut. “ Paparnya dengan tegas saat ditemui lensanews.id dikantornya Mapolsek Kotabaru saat hendak akan mengahadiri rapat minggon, (05/05).


Dikesempatan berbeda, Ardhi (42) salahsatu warga Kecamatan Kotabaru berharap, agar pihak terkait menertibkan para Renternir yang masih berkeliaran melakukan penagihan – penagihan didalam kondisi pandemi covid 19 ini, dan bila perlu tindak tegas juga akarnya, yakni pemilik uang yang bersembunyi dibalik para karyawannya yang mengedarkan uangnya tersebut. “ paparnya dengan kesal saat ditemui lensanews.id.


Menurut hasil penuturan lensanews.id dilapngan, beberapa korban jeratan para Rentenir ini akan mengadukannya kepada lembaga perlindungan konsumen  untuk ditindaklanjuti kepada tahap berikutnya yakni jalur hukum, serta mengadukannya kepada pihak Kepolisan Sektor Kotabaru,dan  atau Langsung Kepada Kepolisan Resort Karawang, pasalnya beberapa korban ini, sudah ada yang mengalami keurigian hingga puluhan juta rupiah, bahkan ada yang samapai kehilangan rumah hunian satu – satunya akibat jeratan rentenir tersebut. ( Gie )