Virus corona: Di China, Jumlah Korban Tewas Bertambah

Staf medis menangani korban virus corona di sebuah rumah sakit di Kota Wuhan.(REUTEUR)
Dalam keterangannya kepada wartawan, Menkes China, Ma Xiaowei, menyatakan kemampuan virus itu untuk menyebar tampaknya menguat.
Penularan terjadi pada "tahap krusial penanggulangan", kata Ma Xiaowei.
Petugas memeriksa wartawan BBC yang memasuki perbatasan Wuhan.(@StephenMcDonell)
LensaNews, ~ Jumlah korban meninggal dunia di China akibat virus corona mencapai 81 orang, dengan sekitar 3.000 orang dipastikan terjangkit virus tersebut.

Pemerintah China memperpanjang libur nasional tiga hari sampai hari Minggu, dalam upaya untuk meredam penularan virus.
Sementara itu perusahaan-perusahaan di China meminta para pekerja untuk bekerja dari rumah guna memperlambat penyebaran virus mematikan itu.

Perusahaan-perusahaan juga menawarkan para karyawan untuk libur lebih lama dan mereka yang tinggal di kawasan yang paling parah terjangkit untuk tidak masuk kantor.

Perdana Menteri Li Keqiang mengunjungi Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, yang merupakan pusat penularan.

Pada Senin (27/01), para pejabat komisi kesehatan mengatakan jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Hubei telah bertambah dari 56 orang menjadi 76 orang, sedangkan empat korban lainnya berada di daerah lain.

Secara keseluruhan, jumlah pasien yang dipastikan terjangkit virus corona mencapai 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 di antara mereka sakit kritis.

Kota Wuhan di Provinsi Hubei, yang merupakan sumber penyebaran virus, kini dinyatakan tertutup dan sejumlah kota menerapkan larangan perjalanan.

Lebih dari setengah juta staf medis telah dikerahkan untuk upaya pencegahan, pengendalian, serta operasi perawatan di Hubei.

Sebanyak dua rumah sakit khusus yang memiliki 2.000 ranjang tengah dibangun dan pabrik-pabrik diminta segera memproduksi masker dan pakaian pelindung.

Virus corona yang menjangkiti lebih dari 2.000 orang dapat menular dalam periode inkubasi atau sebelum gejala-gejalanya tampak sehingga membuat virus tersebut lebih sulit ditanggulangi, sebut menteri kesehatan China.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Menkes China, Ma Xiaowei, menyatakan kemampuan virus itu untuk menyebar tampaknya menguat.

Penularan terjadi pada "tahap krusial penanggulangan", kata Ma Xiaowei.

Sejumlah pejabat meyakini bahwa pada manusia, periode inkubasi—masa ketika seseorang mengidap sebuah penyakit tapi gejala-gejalanya belum tampak—berkisar antara satu hingga 14 hari.

Tanpa penampakan gejala-gejala, pengidap penyakit boleh jadi tidak tahu dia telah tertular namun bisa menularkannya lagi ke orang-orang sekitar.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping memperingatkan penyebaran virus baru corona yang mematikan semakin cepat, usai mengadakan pertemuan khusus pemerintah pada hari libur Tahun Baru Imlek.

Negara itu sedang menghadapi "situasi serius" kata Xi kepada para pejabat senior.

Virus corona telah menewaskan setidaknya 52 orang dan menginfeksi sekitar 1.400 orang sejak dideteksi pertama kali di kota Wuhan.

Sementara itu, para peneliti yang berbasis di Inggris telah memperingatkan kemungkinan nyata bahwa China tak akan mampu menangani virus itu.

Pembatasan perjalanan telah diberlakukan di beberapa kota yang terkena dampak. Mulai hari Minggu (26/01) kendaraan pribadi akan dilarang di pusat kota Wuhan yang menjadi sumber wabah virus corona.

Rumah sakit darurat kedua akan dibangun di sana dalam beberapa pekan untuk menangani 1.300 pasien baru dan ditargetkan selesai dalam waktu setengah bulan, kata surat kabar pemerintah People's Daily.

Ini adalah proyek pembangunan kilat kedua yang dilakukan: sebelumnya, proyek pembangunan rumah sakit yang akan menangani 1.000 pasien telah dimulai.

Tim spesialis medis juga telah diterbangkan ke provinsi Hubei, tempat Wuhan berada.

Urgensi ini mencerminkan kekhawatiran baik di China maupun tempat lain terhadap virus yang pertama kali muncul pada Desember silam.

Perayaan Tahun Baru Imlek untuk tahun tikus, yang digelar pada Sabtu (25/01), telah dibatalkan di beberapa kota di China.

Di seluruh daratan Cina, para pelancong menjalani pemeriksan suhu untuk mencari tanda-tanda demam, dan stasiun kereta api telah ditutup di beberapa kota.

Di Hong Kong, level darurat tertinggi telah diumumkan dan liburan sekolah diperpanjang.

Beberapa negara lain, berurusan dengan kasus serupa, dengan pasien dirawat di ruang isolasi,- (Nett/Red)

Sumber : BBC