Nyaris 6.000 Orang , Korban Terinfeksi Virus Korona di China Terus Bertambah


Presiden China Xi Jinping saat bertemu Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Beijing kemarin menyebut korona sebagai virus iblis.
LensaNews,Beijing ~ Jumlah korban tewas akibat virus korona baru di China melonjak jadi 132 orang hingga Rabu (29/1/2020). Pasien yang positif terinfeksi pun bertambah menjadi 5.974 orang yang artinya ada 840 kasus baru dibandingkan hingga Selasa (28/1/2020).

Dengan angka ini maka jumlah total kasus virus korona yang dikonfirmasi di China telah melampaui wabah sindrom pernapasan akut atau SARS pada 2003. SARS menginfeksi 5.327 orang di China daratan dan 8.000 orang di seluruh dunia.

BACA JUGA:

Komisi Kesehatan Nasional China mengungkap, selain angka tersebut, pihaknya memantau 9.000 kasus terduga virus korona.

Otoritas kesehatan Provinsi Hubei menyatakan, 25 korban meninggal berasal dari wilayahnya. Para korban meninggal pada Selasa malam.

Hingga saat ini, belum ada kasus kematian di luar China meskipun korban virus korona telah tersebar ke sedikitnya 16 negara.

Presiden China Xi Jinping saat bertemu Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Beijing kemarin menyebut korona sebagai virus iblis.

"Virus itu iblis dan kami tidak akan membiarkan iblis bersembunyi. China akan memperkuat kerja sama internasional dan menerima partisipasi WHO dalam pencegahan virus. China yakin akan memenangkan pertempuran melawan virus," kata Xi, seperti disiarkan stasiun televisi pemerintah CCTV.

Sementara itu beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Filipina, sudah dan akan menjemput warganya dari Kota Wuhan, pusat bermulanya wabah, dengan mengirim pesawat charter.

Kedutaan Besar AS di Beijing menyatakan sebuah pesawat charter akan menjemput staf konsuler pada Rabu.

Komisi Eropa menyatakan akan membantu menyewa dua pesawat untuk menerbangkan warga negara Uni Eropa untuk pulang, di mana 250 warga Prancis sudah berangkat pada penerbangan pertama.

Filipina juga akan memulangkan warganya dari seluruh Provinsi Hubei. Departemen Luar Negeri Filipina menyediakan penerbangan dari Hubei.

Setelah tiba di negara masing-masing, mereka akan dikarantina selama 2 pekan atau sampai dinyatakan bebas virus.

Australia juga akan memulangkan warganya dari Hubei dan mengarantina mereka di Christmas Island sebelum dinyatakan benar-benar bebas virus. (AnSu/Red)

Sumber : iNews.id