Menjelang masa akhir jabatan Cellica - Jimmy, PHRI Berharap destinasi wisata unggulan perlu ditingkatkan

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karawang, Gabryel Alexander. (Gie)
"Jadi hari ini kalau untuk akomodasi pariwisatanya, saya anggap kepimimpinan 5 tahun Cellica berhasil. Tapi terhadap destinasi pariwisatanya memang baru dimulai di tahun 2020 ini,"
LensaNews, Karawang ~ Menjelang berakhirnya 5 tahun kepemimpinan Cellica-Jimmy, Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karawang, Gabryel Alexander, menyebut pembangunan destinasi wisata perlu ditingkatkan, pasalnya saat ini masih sangat kurang di Kabupaten Karawang.

"Karawang harus punya destinasi wisata unggulan yang bisa menyaingi Kabupaten kota yang hari ini sudah selangkah lebih maju dari Karawang terutama dari sektor destinasi wisatanya," ucap Gabryel kepada KBE, Senin (27/01) di kantor PHRI Karawang.

Dikatakannya, Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana pernah mengatakan kepada PHRI bahwa akan konsentrasi terhadap sektor pariwisata di tahun 2020, yang juga merupakan tahun terakhir pemerintahannya.

"Memang pada tahun 2018/2019 beliau (Bupati) pernah ngomong ke saya konsen terhadap infrastruktur, dan beliau akan konsen terhadap sektor pariwisata tahun 2020. Jadi ada beberapa program kepariwisataan yang akan beliau lakukan di 2020 ," ucapnya.

Lanjut Gabryel, pertama terkait pengembangan destinasi wisata dan pembuatan destinasi wisata unggulan, kedua terkait akomodasi pariwisata, Gabryel menilai Cellica cukup berhasil karena sampai hari ini berhasil menggiring investor untuk investasi di bidang akomodasi pariwisata.

"Jadi hari ini kalau untuk akomodasi pariwisatanya, saya anggap kepimimpinan 5 tahun Cellica berhasil. Tapi terhadap destinasi pariwisatanya memang baru dimulai di tahun 2020 ini," tuturnya.

Masih kata Gabryel, pengembangan destinasi wisata unggulan seperti pengembangan Candi Jiwa Batujaya, kedua ada destinasi wisata penataan Cipule yang dimulai dari Situ Cipule sampai dengan jembatan Walahar sudah mulai terlihat, tapi memang fisiknya di 2020 ini.

"Terkait destinasi wisata saya belum bisa komen karena memang sebelumnya di tahun-tahun sebelumnya beliau lebih konsen terhadap pembangunan infrastruktur," ucapnya.

Jika memang barometernya, lanjut Gabryel, diukur dari potensi atau Pendapatan Asli Daetah (PAD) yang dihasilkan dari sektor pariwisata, dirinya menilai cukup berhasil.

"Kalau saya bicara data PHRI, akomodasi pariwisata dalam 5 tahun ini kebetulan sama dengan jabatan saya 5 tahun di PHRI, dari pertama saya memimpin pertama kali saat Cellica mulai menjabat, PAD sektor pariwista kita peringkat ke sebelas tapi di tahun 2019 kemarin kita sudah peringkat ketiga se Jawa Barat," pungkasnya. (Gie/Red)