Spesialis Curanmor Babak Belur Dihakimi Massa Dan Selamat Setelah Polisi Datang

Ilustrasi Pelaku Curanmor

Lensanews (Depok) – Seorang pria menjadi bulan-bulanan warga setelah melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor) terhadap milik korban yang bernama Agus Purnomo (37) di Perum Vila Santika II Blok K RT 04/06, Grogol, Limo, Kota Depok, Kamis (12/09/2019)

Pria yang di tangkap warga merupakan seorang pemulung rongsokan berinisial D (24) menahan sakit di tubuhnya akibat massa yang geram atas aksinya mencuri motor Yamaha Vixion merah marun, dengan nomor polisi B 6916 ZCF.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tersangka bersama dua temannya mencoba melakukan pencurian sepeda milik motor korban yang saat itu sedang terparkir di teras rumah, sewaktu korban akan istirahat sekitar pukul 21.00 WIB, namun setelah mendengar suara berisik dan melihat pelaku membawa motornya, korban langsung mengejar dan berteriak.

“Sewaktu kejadian motor korban tidak terkunci sehingga pelaku menuntun motornya. Namun korban melihat mencoba mengejar sambil teriak maling hingga massa ikutan menangkap pelaku,” Ujar Kapolsek Limo Kompol Mohamad Iskandar didampingi Kanit Reskrim Polsek Limo Iptu Nirwan Pohan .

Melihat pelaku dikejar massa, kedua temannya yang lain melarikan diri dan kabur, namun massa yang geram langsung menghakimi pelaku yang tertangkap hingga babak belur.

“Aksi main hakim sendiri oleh massa dapat dicegah setelah anggota Reskrim yang sedang observasi wilayah, melihat dan langsung mengamankan pelaku hingga nyawanya selamat. Pelaku langsung dibawa ke Polsek Limo untuk diperiksa lebih lanjut,” Jelasnya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, dia sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang rongsok di daerah Cinere, dan sudah empat kali melakukan aksi pencurian motor bersama kedua rekannya.

“Sudah main empat kali ini yang terakhir sampai akhirnya tertangkap, sedangkan teman yang lain pada mencar berhasil kabur,” Terangnya, seraya disebutkan anggota penyidik dari pengakuan pelaku.

Sementara itu, anggota Reskrim masih terus mendalami pelaku untuk mencari alat bukti kunci letter T biasa digunakan pelaku.

“Kalau yang terakhir ini pelaku mencuri motor karena tidak terkunci stang motor, tapi yang ketiga sebelumnya ada kemungkinan pelaku mencuri menggunakan kunci letter T atau palsu dan saat ini masih kita cari dugaan pelaku membuang di suatu tempat untuk menghilangkan barang bukti,” Imbuhnya.

“Saksi yang telah kita mintai keterangan ada 2 orang, barang bukti motor Vixion milik korban yang dicuri pelaku. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan ancaman pidana lima tahun.” Pungkasnya


(Din)


Sumber : poldametrojaya