Satnarkoba Polres Karawang Ciduk Pelaku Pembuat Kosmetik Ilegal

Kapolres Karawang Saat Konferensi Pers Tentang Pengungkapan
Penjualan Kosmetik Ilegal

Lensanews (Karawang) - Dalam rangka menekan angka peredaran kosmetik illegal di wilayah Kabupaten Karawang, Satuan Reserse Narkoba Polres Karawang telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembuat dan penjual kosmetik yang tidak memenuhi standard dan persyaratan keamanan khasiat dan tidak memiliki ijin edar.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwasnyah Putra S.H. S.I.K. M.H. saat Konferensi Pers di Halaman Mapolres Karawang, Rabu (04/09/2019).

Kapolres Karawang mengatakan, kasus pengungkapan peredaran besar kosmetik ilegal ini berawal dari informasi masyarakat.

Pelaku Pembuat dan Penjual Kosmetik Ilegal
"Awalnya kami tangkap distributornya, kemudian berkembang dengan menangkap produsen atau pabrik pembuatannya, dari kasus ini Polres Karawang berhasil menangkap 4 orang pelaku diantaranya 3 orang merupakan distributor yaitu DM (23), TW (25) dan AK (25) yang ketiganya merupakan warga Kabupaten Karawang," tambah Kapolres.

Mereka kedapatan menjual kosmetik ilegal, karena tidak pernah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan maupun BPOM.

 "Selama lima tahun mereka beroperasi tapi tidak pernah memiliki izin apapun namun berani mengedarkan dan menjual bebas," Ungkapnya.

Tidak hanya itu Polres Karawang juga meringkus pemilik Pabrik pembuatan kosmetik yang diedarkan 3 pelaku tersebut, pelaku ialah HS alias A (69) warga Kutawaluya, Karawang.

Barang Bukti Kosmetik Ilegal Yang di Sita Polisi
Pelaku HS alias A (69) ini sudah lebih dari delapan tahun menjalankan operasinya dengan pasar penjualannya yang berada di wilayah Jakarta.

Setidaknya kami mengamankan barang bukti sebanyak ribuan kemasan kosmetik dari berbagai jenis seperti pemutih, pelembap dan vaseline selain itu petugas juga berhasil mengamankan alat-alat yang digunakan pembuatan kosmetik tersebut.

"Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 196 Jo 197 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman 10 tahun penjara," Tegasnya.

Dalam Konferensi Pers kali ini turut hadir Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana dan Kajari Karawang Hj. Rohayatie S.H. M.H.

(Red)


Sumber : HumasPolresKarawang