Santri Pesantren di Karawang Menjadi Bulan-Bulanan Temannya, Hingga Mengalami Luka Memar

IM (12) Korban Pengeroyokan

Lensanews (Karawang) – Seorang santri yang baru dua bulan mencari ilmu agama di salah satu pondok pesantren di Kabuptaen Karawang menjadi bulan-bulanan temannya, hingga korban mengalami menderita luka memar pada bagian wajah, mata, kepala bagian belakang dan punggung.

Tanpa ada dasar apapun, IM (12) seorang santri asal Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah temannya, disaat dirinya terlelap tidur di salah satu kobong (asrama), Minggu (25/08/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.

“Saya dipaksa ke kobong 2, hayu buruan (korban menirukan ajakan pelaku), saya di tarik ke gobong 2, langsung di pukulin di kobong 2, “ Ujarnya kepada Lensanews, Minggu (08/09/2019).

Sebelumnya korban tengah terlelap tidur di kobong 4, tiba-tiba temannya yang bernama R datang membangunkan korban untuk segera pindah ketempat yang aman, dan memeberitahukan, bahwa ada sejumlah teman-temannya yang hendak melakukan pengeroyokan terhadap korban, namun di tempat persembunyiannya, para pelaku menemukan korban dan lantas menyuruhnya ke kobong 2, di situlahkorban di keroyok oleh teman-temanya.

”Saat saya tidur di kobong 4, sekitar jam 02.00 WIB, datang R membangunkan saya, kalau ada yang mau memukulin dan menyuruh saya untuk pergi, terus saya pergi ke saung tegar, saya besembunyi di situ, terus R nyamperin, terus ngomong “Nul kamu akan di pukulin, kalau datang si T sama si A jangan mau, terus si T dan si A nyariin saya dan datang ke saya ke saung tegar dan memaksa saya untuk ke kobong 2, di tarik ke kobong 2, saya langsung di pukulin” Ungkapnya.

Setelah terjadi penganiayaan, korban menderita luka memar di bagian mata, pipi, kepala bagian belakang, punggung dan paha.

“Mata, pipi, kepala belakang, sama punggung, paha di tendang,” Terangnya.

(Din)