Perijinan Belum Lengkap, Sebuah Hotel Penginapan di Jalan HS. Ronggo Waluyo Sudah Beroperasi

Lokasi Tempat Penginapan Hotel dan Kontrakan
Lensanews (Karawang) – Sebuah tempat penginapan (Hotel) dengan menggunakan aplikasi OYO, yang berlokasi di Jalan HS. Ronggo Walluyo No 45, Dusun Kaumjaya, Desa Puserjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, di duga belum melengkapi perijinan, namun tempat yang dulunya di gunakan sebagai kos-kosan kini sudah mulai beroperasi.

Namun, Sekertaris Desa Puserjaya Hendra Purnawan membantah, jika hotel penginapan tersebut belum mengantongi ijin, bahkan ia mengatakan, perijinan hotel yang di sebut residence itu sudah mengantong ijin, akan tetapi baru ijin domisili untuk usaha dari desa.

“Untuk perijinan tersendiri ada, jadi kita sudah ada domisili usahanya yang di bikinkan (dibuatkan), kemarin sudah di kasihkan domisilinya, sesuai perijinan,” Katanya kepada Lensanews, saat di temui di tempat kerjanya, Desa Puserjaya, Kamis (12/09/2019).

Dirinya menjelaskan, sebelum melangkah membuat perijinan ke DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Karawang, pengurusan ijin di bawah (lingkungan dan desa) harus dibuat terlebih dahulu.

“Sebelum meningkat kesana itu di bawah dulu, baru kesana,” Tambahnya.

Dan ijin dari lingkungan (warga sekitar) dan desa sudah ada, pihak pengelola hotel sudah mengantonginya.

“Ijin sudah ada, dari lingkungan sama desa sudah ada, baru kemarin, hari senin,” Ucapnya.

Dirinya juga menerangkan, terkait tempat tersebut yang dulunya di gunakan sebagai kos-kosan, namun saat ini pihak pengelola hotel telah bekerjasama dengan menggunakan aplikasi OYO. Jika Hotel penginapan itu sebelumnya sudah menggunakan aplikasi OYO tetapi tidak melapor ke lingkungan desa, secara otomatis pihaknya akan datang kelokasi tersebut.

“Itu tadinya kos-kosan , dia (pengelola hotel) kerjasama sama OYO baru sekarang-sekarang, tadinya juga awalnya kos-kosan, ada SKDUnya (Surat Keterangan Domisili Usaha) juga kos-kosan, jadi bukan dari dulu dia kerjasama. Kalau memang dia itu dari dulu kerjasama dengan OYO, terus tidak melapor kelingkungan atau desa, otomatis kita juga datangin, tambah lagi yang bersangkutan juga kelingkungan itu ada, maksudnya kelingkungan ada itu, peran aktifnya di lingkungan ada, kaya sosialisasi di Masjid, ya menyumbangkan bantuan, kaya sosial lah dia. Intinya kita itu memperdayakan masyarakat kita ya, kaya dia adanya memiliki kos-kosan di situ, memperdayakan pekerja yang ada di lingkungan, paling saya datang kesitu, oh iya warga saya di perkerjakan di sini,” Jelasnya.

Menurutnya, yang penting saat ini pihaknya memberikan ijin bukan untuk hal yang negatif, tetapi memberikan ijin untuk peluang kerja bagi warga yang berada di lingkungan sekitar, dimana tempat penginapan kos-kosan itu berada.

“Intinya, desa memberikan ijin itu, bukan memberikan ijin “bukan negatif” jadi memberikan ijin peluang usaha, yang ada di lingkungan,” Terangnya.



(Din)