Penyebab Santri di Keroyok, di Duga Kurangnya Controling Pengawasan Dari Pihak Pondok Pesantren

Korban Pengeroyokan di Pondok Pesantren

Lensanews (Karawang) – Terjadinya peristiwa pengeroyokan terhadap IM yang dilakukan oleh sejumlah temannya di salah satu pondok pesantren yang berada di Kabupaten Karawang, pada Minggu (25/08/2019) sekitar pukul 02.00 WIB) di duga kuranganya controling dari segi pengawasan pondok pesantren, pasalnya korban yang tengah di aniaya tersebut, berteriak meminta tolong, agar ada orang di sekitar pondok pesantren yang mendengar dan menolongnya.

Karena para pelaku lebih dari dua orang, korban yang saat itu tengah di keroyok, hanya mampu berteriak minta tolong, namun tidak ada satu pun pihak pondok pesantren yang datang, karena takut diketahui, akhirnya para pelaku berhenti memukuli korban.

“Saya teriak minta tolong, karena takut ada orang, dia (para pelaku) jadi berhenti ngegebukinnya” Ujarnya kepada Lensanews, Minggu (08/09/2019)

Selesai di aniaya oleh para pelaku, korban yang saat itu tengah mengalami luka memar, sambil meringis menahan rasa sakit, menuju saung temannya bernama R dan tertidur, namun karena masih merasakan sakit, korban tidak terbangun hingga waktu Ashar tiba

“Setelah di gebukin, saya ke saung R dan tidur, saya tidak bangun-bangun sampai waktu ashar, karena sakit habis di pukulin,” Imbuhnya.

Korban saat itu tidak berani melaporkan kejadian pengeroyokan terhadap dirinya kepada pihak pondok pesantren, karena adanya ancaman dari para pelaku.

“Saya nggak lapor soalnya di ancam sama mereka, “Nul jangan bilang siap-siapa, kalau bilang awas ya, mau di pukulin lagi,” Pungkasnya.

(Din)