Minyak Mentah Pertamina Rugikan Pengusaha di Pantai Samudra Baru

Para Pekerja Saat Bersihkan Minyak Mentah di Pantai Samudra Baru
Lensanews (Karawang) – Minyak mentah kembali datang dengan volume yang sangat besar ke wilayah bibir pantai yang berada di wilayah Desa Cemarajaya dan Desa Sungaibuntu, pada Rabu (25/08/2019) menjadikan boomerang bagi warga sekitar. Selain nelayan, petani tambak, dan juga lingkungan yang sudah tercemar, minyak mentah sudah merugikan nilai ekonomi warga yang berada di  tempat pariwisata Pantai Samudra Baru, Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Salah seorang warga Desa Sungaibuntu Daryono mengatakan, sejak adanya minyak mentah yang datang ke Pantai Samudra Baru, semua pengusaha rumah makan dan pedagang lainnya, sudah merasakan dampaknya.

Ketebalan Minyak Mentah di Pantai Samudra Baru
“Imbasnya kepada perekonomian di Pantai Samudra Baru baru selama 4 hari ini, ya pokoknya semenjak dampak minyak mentah ini, pengusaha ikan bakar itu mati total, tidak ada  penghasilan sama sekali,” Ungkapnya kepada lensanews, Sabtu (31/08/2019).

Menurutnya, minyak mentah yang datang ke pantai Samudra baru, berdampak pada kebutuhan ekonomi warga, karena penghasilan menurun dengan drastis,.

“Soalnya warung sudah tidak mendapatkan kita uang, kan kebutuhan tiap hari anak sekolah, jadi kita merasakan,” Terangnya.

Ia juga menjelaskan, terkait dengan adanya konpensasi yang akan di berikan oleh pihak pertamina kepada warga, namun hingga saat ini belum terealisasi.

Kondisi Pantai Samudra Baru di Penuhi Minyak Mentah 
“Bahkan di gembor-gemborkan konpensasi itu mau keluar tapi sampai sekarang belum ada, sekarang cuma uang 100 ribu /hari, kebutuhan kita kan buat biaya sekolah saja gak cukup, belum kebutuhan yang lain-lain, setoran listrik, setoran air, buat sehari-hari saja kita sudah keteter,”Jelasnya.

Bahkan warga pun belum mengetahui besaran nilai konpensasi yang akan di berikan, padahal warga sangat membutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kurang  tahu juga nilai besaran konpensasi, belum ada konfirmasi seberapa-berapanya, masyarakat di sini belum ada dan belum tahu, belum ada tembusan mau di kasih konpensasi berapa-berapanya perwarung atau per KK,” Terangnya.

Salah Satu Warung Yang Tutup di Pantai Samudra Baru
Dirinya berharap semoga pertamina menyegerakan untuk menurunkan konpensasi kepada warga yang terkena dampak, dan secepatnya menanggulangi permasalahan minyak mentah ini, dan pertamina juga harus memberikan jalan keluar untuk warga dengan bau aroma yang sangat menyengat, karena tidak menutup kemungkinan udara yang tercemar ini sudah banyak terhirup oleh warga.

“Inginnya sih, saya meminta konpensasi itu secepat-cepatnya ke masyarakat  turun dan cepat-cepat orang pertamina bisa menanggulangi, dan kita bagaimana, apa kita harus di ungsikan, untuk sementara ini, kan kalau kita di ungsikan kita juga butuh dana, soalnya dampaknya sudah terlalu pusing banget, sudah tercemar limbah ini sudah tidah tahan, pokoknya udaranya sudah tidak enak banget,” Harapnya.

(Din)