Janji PPK : Pembangunan Gedung Fasilkom Unsika Akan Selesai 25 September 2019

Andi Yudithio (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer) 

Lensanews (Karawang) - Setelah melakukan pergerakan untuk mengetahui kendala keterlambatan pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) terhadap PPK Unsika, akhirnya mahasiswa jurusan Fasulkom bisa bernapas lega, karena pihak Rektorat Unsika memberikan janji bahwa, pembangunan gedung akan selesai dan bisa di gunakan pada tanggal 25 September 2019.

“Baru juga hari ini tanggal 09 september 2019, sudah bertemu dengan pak Dedi selaku PPKnya, yang mana Beliau itu menyatakan bahwasannya, tanggal 25 September 2019 bagian dalam gedung ini akan selesai mulai dari cat dalam, toiletnya dan sebagainya,” Kata Andi Yudithio selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer Unsika kepad Lensanews, Senin (09/09/2019).

Pembangunan Gedung Fasulkom Unsika Yang Belum Selesai
Sebelumnya, pihak rektorat Unsika telah berjanji untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan gedung Fasilkom ini tanggal 31 Agustus 20-19, namun kenyataannya sampai sekarang belum rampung, hingga mahasiswa merasa di bohongi dengan janji tersebut dan melakukan pergerakan untuk mengetahui penyebab keterlambatan pekerjaan gedung Fasulkom ini..

“Kalau terkait janji, pertama kali kita bertemu dengan pak Dedi selaku PPKnya itu di janjikan pada akhir Agustus 2019, yang mana pada tanggal 31 agustus, awalnya itu, ternyata tidak terealisasikan janji itu, dan kitapun sudah ada ancang-ancang untuk melakukan gerakan, dan seperti yang sudah terjadi dan mediapun sudah tersebar dan nanti juga akan ada selanjutnya,” Tambahnya.

Para Pekerja Pada Pembangunan Gedung Fasulkom Unsika
Dirinya berharap agar pekerjaan pembangunan gedung Fasulkom yang terlambat ini segera selesai, dan mahasiswa bisa mempergunakan gedung tersebut dengan nyaman, shingga tidak terjadi lagi aksi perdebatan lagi.

“Selain itu, kita berharap dan kita sudah menekan kepada pihak terkait, agar ac, meja bangku dan sarana lain yang menjadi fasilitas, mendukung kegiatan belajar mengajar itu sudah harus ada pada tanggal tersebut, sehingga kita bisa kuliah kembali,” Terangnya.

Terkait dengan anggaran, ia mengatakan sekitar 7 Milyar, namun untuk pembayaran untuk gedung ini sudah dilakukan melalui termin pertama dan kedua kepada vendor yang pertama kali mengerjakan gedung ini, sedangkan pekerjaaannnya saaat ini dilakukan oleh vendor ke dua.

“Untuk anggaran itu sekitar 7 Milyar, dan untuk pembayarannya itu yang saya ketahui sudah dilaui termin pertama dan termin kedua, seharusnya termin pertama dan kedua itu dilakukan oleh vendor yang pertama, jadi vendor kedua ini nggak belum menerima termin itu, sejauh yang saya ketahui, hasil dengan diskusi antara vendor, baik itu vendor maupun dengan pak dedinya itu sendiri,” Pungkasnya.

(Din)