BPBD Karawang : Kebocoran Pipa Pertamina di Laut Karawang Bukan Bencana Nasional, Tapi Bencana Sektoral

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Kabupaten Karawang

Lensanews (Karawang) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang menyebutkan bahwa peristiwa terjadinya kebocoran pipa pertamina di sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai Karawang itu bukan bencana nasional melainkan bencana sektoral yang di sebabkan gagal teknologi.

“Ini penyebabnya adalah gagalnya teknologi,” Ujar Sekertaris BPBD Kabuptaen Karawang, Supriatna kepada Lensanews, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (02/09/2019).

Dirinya juga mengatakan, bahwa peristiwa kebocoran pipa pertamina di lepas pantai laut karawang ini bukanlah bencana nasional, melainkan bencana sektoral yang dampaknya tidak me luas ke beberapa provinsi.

Katagori bencana nasional sih nggak, ini bencana yang sektoral, karena pertamina. Kalau sudah nasional artinya minimal empat atau lima provinsi yang terkena dampak, ini dan ada korbannya yang nyata, ini bukan, ini bencana non alam, sama dengan lapindo, gak pernah kan di sebut bencana nasional, ya udah bencana non alam saja karena gagal teknologi, bukan bencana nasional,” Pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah, menyebut setidaknya 12 desa di Karawang dan Bekasi serta tujuh pulau di Kepulauan Seribu, terkena dampak tumpahan minyak Pertamina.

"Itu ada Pulau Air, Pulau Untung Jawa, Bidadari, Lancang, Pulau Rambut, Pulau Damar," kata Karliansyah (Sumber :  BBC News Indonesia), Minggu (11/08/2019).

(Din)