Bekerja Mengambil Minyak Mentah Pertamina, Seorang Warga Desa Cemarajaya Alami Sakit Mata, Tenggorokan dan Batuk

Warga Pulang Dari Laut, Mengambil Gumpalan Minyak Mentah

Lensanews (Karawang) – Sertiman (56), seorang warga Desa Cemarajaya terkena dampak minyak mentah saat bekerja mengambil TER (minyak mentah) di tengah laut, ia mengalami batuk, sakit tenggorokan dan mata.

“Selalu batuk, mata sakit, dan tenggorokan , saya ngambilin Ter, sudah ada seminggu sakitnya,” Ujarnya kepada Lensanews, usai berobat ke Tim Medis Pertamina di Kantor Desa Cemarajaya, Kamis (05/09/2019).

Sebelumnya ia mengalami hal serupa, namun setelah bekerja kembali mengambil dan membersihkan minyak mentah, selang beberapa minggu, dirinya kembali sakit.

Warga Saat Bersihkan Minyak Mentah di Bibir Pantai
“Dulu sudah di periksa tapi kalau kerja ngambil Ter lagi, kena lagi (sakit), dua minggu kemarin sudah di periksa sama dokter, sudah sembuh mata, kemarin ngambil Ter lagi, kena lagi, perih matanya,” tTmbahnya

Ia menambahkan, jika ia mengambil minyak mentah dilaut, sudah disediakan alat pengaman oleh pertamina untuk di gunakan, seperti masker, sarung tangan, baju dan kaca mata.

“Ngambil Ter di laut pake alat pengaman, dikasih sama pertamina, sarung tangan, baju pengaman, kaca mata, tapi tetap pake kaca mata juga tembus, anginnya kencang,” Terangnya.

Karena kebutuhan keluarga, dirinya terpaksa ikut bekerja harian untuk mengambil Ter di pantai, walaupun penghasilannya tidak sesuai.

Warga Bekerja Membersihkan Minyak Mentah
“Kalau belum ada limbah (minyak mentah), saya dapat udang jerbung antara 7 samapi 8 kilo, tapi sejak ada limbah kalau pergi kelaut itu hanya 7 ons, paling banyak 1 kilo, kadang-kadang tidak dapat sama sekali, dari pada tekor terus mendingan ikut kerja harian, tapi itu juga tidak cukup, punya anak 3, sekolah semua, penghasilannya nggak sebanding, sehari seratus, ya makan di kasih, tapi nggak mahi (cukup),” Ungkapnya.

Ketika belum ada ter, penghasilan dari menangkap udang, selalu cukup untuk keperluan sehari-hari keluarganya, tapi sejak datang minyak mentah, ia tidak lagi pergi kelaut.

“Kalau penghasilan waktu pergi kelaut (nelayan) nangkap udang, itu biasanya minimal dapat 500 ribu/hari, sejak ada limbah nggak berangkat-berangkat,” Pungkasnya.

(Din)