Alasan Kantor Desa Sungaibuntu Jadi Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (Minyak Mentah) Dari Pertamina

Kantor Desa Sungaibuntu, Karawang

Lensanews (Karawang) – Sejak peristiwa terjadinya tumpahan limbah B3 dari minyak mentah pertamina, bibir pantai di wilayah Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, menjadi kotor hingga mengakibatkan tercemarnya lingkungan, untuk menghindari dampak yang lebih berbahaya bagi warga sekitar, pihak pertamina segera melakukan evakuasi dengan cara membersihkan limbah B3 tersebut ke dalam karung, yang kemudian di bawa oleh ojeg, lalu di kumpulkan (tumpukan) di Halaman Kantor Desa Sungaibuntu.

Kepala Desa Sungaibuntu Asep Saeful Rahman, SH mengatakan, dalam menghadapi limbah B3 yang berada di bibir pantai, pihaknya berusaha untuk menjadikan kantor desa sebagai penyimpanan sementara, karena tidak mempunyai fasilitas lain guna penyimpanan limbah B3 tersebut.

Ojeg Menyimpan Limbah B3 di Halaman Kantor Desa Sungaibuntu
“Jangan sampai menerima dampak saja, artinya kita bagaimana caranya dampak itu bisa ada pendapatan, makanya yang fasilitas untuk pemerintah desa, ya nggak ada lagi, yang punyanya cuma itu,” Ujarnya kepada Lensanews, Sabtu (07/09/2019).

Menurutnya, ada alasan tertentu dari tumpahan limbah B3 (minyak mentah) itu di bawa ke halaman kantor desa, yaitu mengurangi keluhan warga yang terdampak akibat penghasilannya berkurang, dengan cara menjadi ojeg (membawa limbah b3 dari bibir pantai ke halaman kantor desa) dan sebagian lagi membersihkan limbah B3 (ceceran minyak mentah) di bibir pantai.

Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 di Halaman Kantor Desa Sungaibuntu
“Pertamina kan luas, tentunya kan kita pake kalau misalkan jaraknya dekat otomatis kan, harga ojeg berapa, makanya hanya dibawa kesini dulu, setelah ini kan kalau di bawa ojeg kan lumayan, kita tarifkan 25 ribu, kadang-kadang mah 1 ojeg kan ada dapat 20, 10, kalau masuk 10 saja sudah jelas 250 /hari, itu hasil ojeg saja, tentunya kalau misalkan di letakkan di situ di sungai manuk, otomatis dari jaraknya dekat, ya otomatis tarif harganya juga beda,” Terangnya.

Dirinya menambahkan, tidak sembarangan limbah B3 itu di simpan sementara di halaman Kantor Desa, dari awal pihaknya sudah berusaha keras mencari yang terbaik, namun dengan berjalannya waktu, warga di sekitar lingkungan desa pun bisa memahaminya.

Warga Desa Sungaibuntu Menjadi Ojeg Simpan Limbah B3 di Hal. Desa Sungaibuntu
"Tentunya waktu saya juga, tidak sekonyong-konyong saya letakkan di situ, dari awal memang betul saya dulu, artinya sekaligus sambil berjalan satu, dua tiga hari kita kroscek kelingkungan, otomatis melalui lingkungan juga bersedia di situ, artinya masyarakat kalau misalkan itu dikembalikan ke pertamina, otomatis kita mengurangi tenaga kerja, masa sih masyarakat cuma menerima dampak doang, sedangkan konpensasi belum tentu,” Ucapnya.

Pihaknya juga berusaha agar di balik adanya dampak minyak mentah ini menjadi hal yang menguntungkan bagi warganya yang terkena dampak,

Kondisi Pantai di Wilayah Desa Sungaibuntu, Sabtu (07/09/2019)
“Minimal kalau kita misalkan ada pekerjaan mah ada pemasukan, kalau misalkan kita diam saja, berarti kita cuma menerima dampak doang, lantaran itu kan bisa ngelempar, bisa kuli perhari, bisa kita ngojek, kalau istilah pendapatan, adalah untuk pendapatan,” Imbuhnya.

Dirinya menerangkan, penyimpanan sementara limbah B3 (minyak mentah) tersebut atas kemauan warga, karena dari segi ekonominya berjalan, akan tetapi jika ada warganya yang komplain akibat bising, dan banyak debu, saat itu juga pihaknya akan segera memindahkan lokasi penyimpanan sementara limbah B3 ke tempat lain.

“Ya kan kemauan masyarakat kok, kalau masyarakat komplain jangankan besok, sekarang juga pindah, misalkan komplain masyarakat di situ, pak di situ bising, di situ banyak debu, sekarang juga pindah bisa, ya udah, saya mah ga ada sewa, ga ada apa, masyarakat kemauannya seperti itu, kan warung disitu tetap berjalan, dari segi ekonominya berjalan, kalau itumah jangan jadi penerima dampaknya doang,” Tuturnya.

(Din)