Polisi Bongkar Plat Mobil Pejabat Palsu

Kombes Pol Argo Yuwono Saat Konferensi Pers Terkait Pemalsuan TNKB

Lensanews (Jakarta) – Tanda Nomor Kendaraan Bermotor(TNKB) atau biasa disebut plat motor palsu berkeliaran di Jakarta Utara. Tiga huruf di belakang disebut-sebut bisa bebas dari sistem Ganjil Genap (Gage) yang kini diterapkan di DKI Jakarta, celah itu dimanfaatkan oleh dua pelaku AMY dan DP untuk membuat STNK dan plat nomor yang mempunyai kode rahasia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menuturkan praktik itu berawal dari laporan anggota Satlantas Polda Metro Jaya yang menemukan adanya STNK dan TNKB palsu, Jatanras Polres Jakarta Utara pun menindaklanjuti dengan menyelidiki kasus tersebut.

“Info pemalsuan dijual oleh online shop. Ada orang yang bisa membuat STNK rahasia dan plat rahasia. Tujuannya untuk menghindari gage yang sudah diberlakukan oleh Pergub,” Ujarnya di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (27/08/2019).

Modus pemalsuan STNK dan TNKB mempunyai ciri atau kode khusus seperti RFD, RFS dan RFP, kode tersebut sudah tetap peruntukannya dan tidak sembarang orang bisa menggunakan.

“Saat itu anggota memeriksa identitas kendaraan dari pelaku CL tapi datanya malah jelas, artinya sesuai dengan kendaraan yang digunakan, sehingga kami makin curiga, kenapa seseorang menggunakan STNK dan TNKB yang sesuai data-datanya,” Terangnya.

Namun ketika ditanya dari instansi mana, pelaku CL (21) tidak bisa menunjukkan kartu anggota baik dari TNI, Polri ataupun pejabat eselon 1. CL yang diamankan pada (16/08/2019) lalu itu mempunyai plat nomor B 1998 RFP.

Pelaku lainnya yang turut mengorder dua identitas kendaraan yaitu TSW (16), yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

“Keduanya mengakui memesan lewat online shop, nominal yang harus dikeluarkan mencapai Rp 20-25 juta,” Imbuhnya.

Sedangkan pria berinisial AMY sudah memalsukan STNK selama setahun lebih, dengan harga satu set plat nomor Rp 20-25 Juta.

“Dia sudah memalsukan STNK selama setahun lebih dengan harga Rp20 juta-Rp25 juta. Harga itu sudah satu set sama plat nomer,” Jelasnya saat didampingi Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.

“Yang asli ada hologram, barcode, dengan kasat mata keliatan juga,” Tambahnya.

Pihak kepolisian sudah sangat paham dengan ciri STNK asli yang dikeluarkan oleh Peruri.

“Yang asli ada hologram, barcode, dengan kasat mata keliatan juga,” Sambungnya.

Sementara itu, dibagian plat nomor pelaku juga melengkapi dengan cap dari Korlantas Polri, namun lagi-lagi Kombbes Pol Argo mengungkap jika pelaku DP tidak tahu persis di mana penempatan cap khusus tersebut.

“Memang ada cap Korlantas Polri. Cap pada TNKB itu nggak tahu ada penempatan cap khusus. Sudah ada aturan di setiap TNKB,” Katanya.

Sebelumnya kasus tersebut diungkap oleh jajaran Jatanras Polres Metro Jakarta Utara yang mendapati warga biasa dengan plat nomor dengan kode rahasia. Plat tersebut belakangan diakui pemilik mobil berplat B 1998 RFD berinisial CL itu didapatkan dari online shop ternama.

Modus pemalsuan STNK dan TNKB mempunyai ciri atau kode khusus seperti RFD, RFS dan RFP. Kode tersebut disebut Kombes Pol Argo sudah tetap peruntukannya dan tidak sembarang orang bisa menggunakan.


(Din)


Sumber : poldametrojaya