Operasi Toko Obat, 8 Tersangka Diamankan Polisi

AKBP Eka Mulyana Ketika Menunjukkan Barang Bukti Obat Golongan G

Lensanews (Bekasi) - Delapan pelaku penjual obat-obatan golongan G ditangkap polisi, setelah petugas melakukan operasi kesejumlah toko obat di wilayah bekasi.

"Kemarin anggota dari reserse narkoba telah melaksanakan penggeledahan, kemudian melaksanakan operasi, jadi infonya dari masyarakat banyak beredar toko-toko obat yang tidak layak untuk menjual obat-obatan keras, yang tergolong dalam daftar G," Kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, di Polres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (27/08/2019).

Para pelaku yang kini telah menjadi tersangka diamankan dari enam buah toko yang berada di kawasan Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Pondok Gede, Bekasi Selatan, pada Senin (06/082019), dan ditemukan berbagai jenis obat-obatan golongan G.

"Obat-obatan dari 6 toko obat yang kita lakukan penggeledahan kita menemukan sekitar ribuan barang bukti, obat-obatan keras, sejenis eximer, tramadol. Eximer sekitar 8.220 butir, tramadol sekitar 8.083 butir dan trihexphenidyl itu sekitar 649 butir. Nah ini dari 6 lokasi kita laksanakan operasi dan razia di 6 lokasi (di antaranya) Pondok Gede, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Kota," Tambahnya.

Polisi menangkap para karyawan toko obat, sedangkan para pemilik toko tidak berada di toko saat penggeledahan.

Para Tersangka dan barang Bukti Obat-Obatan
"Ini kita tangkap karena mereka ada di lokasi toko-toko tersebut. Dia lagi jaga (karyawan toko), lagi jual, kita amankan," Sambungnya..

Mereka berinisial Sy (22), Ir (24), HM (27), Mul (29), MR (22), Ras (26), AI (30), dan AM (21). Kedelapan pelaku ditangkap dari 6 toko yang berbeda. Polisi masih melakukan pendalaman soal keterkaitan dari 6 toko tersebut.

"Ini (pelaku) ada dari berbagai macam daerah, ada asal dari Aceh, ada orang Bekasi juga, kita sedang melaksanakan pendalaman," Imbuhnya.

Para pelaku menjual obat-obatan itu dengan kedok sebagai toko obat dan kosmetik, obat-obatan itu dijual secara bebas, padahal seharusnya dengan resep dokter.

"Ini banyak yang beli itu anak-anak sekolah, kemudian anak-anak yang mungkin lewat, kemudian anak-anak muda juga," Ujarnya.

Polisi masih mendalami legalitas dari 6 toko obat tersebut. Sejauh ini, sebut AKBP Eka, belum ada korban dari hasil penjualan obat-obat keras.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai Rp 12.974.500, eximer 8.220 butir, tramadol 8.083 butir, trihexphenidyl 649 butir, lima buah ponsel dan satu unit sepeda motor.

Polisi masih melakukan pencarian terhadap para pemilik toko, yakni Syukur, Aris, Bang, Yahtu, Slamet, dan seseorang yang tidak diketahui identitasnya.

"Masih ada 6 orang lagi (pemilik toko) yang masih DPO yang sedang dicari," Jelasnya.

Para pelaku dijerat pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009, pasal 98 ayat 2 dan 3 UU RI nomor 36 tahun 2009 dan pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Pelaku terancam hukuman 10 hingga 15 tahun penjara.


(Din)


Sumber : poldametrojaya