Limbah Minyak Mentah Rugikan Kesehatan Warga, Pencemaran Lingkungan, Ekonomi, Pariwisata, dan Ekosistem Biota laut

Taufik Ismail
Lensanews (Karawang)  - Kebocoran pipa pertamina yang mengakibatkan pantai utara Karawang menjadi tercemar merupakan tragedi nasional bahkan internasional, karena telah menyebabkan berbagai aspek yang di rugikan yaitu kesehatan, ekonomi dan lingkungan.

Salah satu anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Karawang Taufik Ismail menilai, bahwa terjadinya pencemaran lingkungan di pesisir pantai utara adalah peristiwa nasional yang harus di pertanggungjawabkan oleh pihak pertamina, karena selain tempat pariwisata yang terganggu dan ekosistem biota laut yang hingga saat ini banyak yang mati, juga yang lebih terpenting adalah kesehatan masyarakat pesisir yang mulai merasakan dampak dari limbah minyak mentah.

“Pertamina harus bertanggunggungjawab, saya diawal juga selalu berkomitmen,  bahkan di medsos juga sudah berkoar masalah ini, kejadian sudah diluar batas, luar biasa, mungkin menjadi internasional, pertanggungjawabannya masyarakat karena ini daerah saya, banyak saudara-saudara saya di daerah saya, baik di pariwisata, dari sisi perikanan,dari segala macam sudah terganggu dan  sekarang ditambah penyakit, ekses negatif dampak dari pencemaran itu, pasti kan mengganggu sekali,” Ujarnya ketka di konfirmasi, Senin (12/08/2019).

Menurutnya, Pemerintah Daerah dan Pemerintah setempat harus segera mengambil langkah untuk membantu warga yang terkena dampak, khususnya terhadap kesehatan masyarakat pesisir, selain itu dari segi ekonomi, pariwisata dan ekosistem biota laut, serta lingkungan.

”Itu harus di ventalisir Pemerintah Daerah dan pemerintah setempat, bantuannya seperti apa, untuk masalah-masalah penyakitnya itu, dia harus bertanggungjawab (pertamina), dia harus mendekati tokoh-tokoh masyarakat, di ventalisisr siapa-siapa saja yang kena dampak, dampaknya kan macam-macam ni, dari segi ekonomi, pariwisata, perikanan, segala macam termasuk lingkungan, terus kesehatan  dan di buat sehat lagi,” Jelasnya.

(Din)