Lantaran Sakit Hati, Seorang Sopir Bawa Kabur Mobil Majikan

AKP Fahrul Sudiana Bersama Jajaran Polsek Kembangan, Jakbar,
Saat Konferensi Press 

Lensanews (Jakarta) - Karena sakit hati tidak di beri pinjaman uang oleh bosnya, seorang supir yang bekerja di PT. Citra Nusa Wahana, nekad mencuri mobil Chevrolet milik majikannya di Perumahan Taman Kebon Jeruk Intercon, Srengseng, Jakbar.
Setelah melakukan investigasi, polisi berhasil menangkap pelaku yang di ketahui berinisial AS (31) ketika berada di wilayah Tangerang.

"Jadi modusnya di sini tersangka sebagai sopir atau karyawan PT Citra Nusa Wahana. Jadi pengakuan tersangka--sudah kita lakukan investigasi--tersangka ini merasa sakit hati karena mau pinjam uang dengan bosnya tetapi tidak dikasih," Kata Kapolsek Kembangan AKP Fahrul Sudiana di Polsek Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (27/08/2019).

Menurut pengakuan AS, ia merasa sakit hati lantaran perkataan sang majikan yang merendahkan pekerjaannya hingga membuatnya tersinggung.

"Nah bosnya ini katanya ada bahasa kalau, 'Sudahlah jadi sopir, sopir aja, silakan kerja dengan kapasitasnya," Imbuh AKP Fahrul.

Merasa sakit hati, akhirnya AS memutuskan jalan pintas. Dia mencuri mobil milik korban ketika korban sedang bekerja.

"Setelah melaksanakan pengantaran kepada karyawan salah satu PT tersebut, tersangka AS ini diam-diam mengambil kunci mobil Chevrolet warna putih ini di dapur," Terangnya.

Pelaku kemudian mengambil mobil yang diparkir di parkiran taman Kebon Jeruk di Srengseng.

Barang Bukti Hasil Dari Pelaku Pencurian
"Di taman itu memang semuanya mobil-mobil PT itu diparkir di sana, jadi setelah datang ke situ tersangka membawa kabur mobil tersebut," Tuturnya.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kembangan, sedangkan mobil korban dibawa ke Palembang.

"Tersangka ditangkap di Tangerang, tetapi untuk barang bukti mobilnya sudah tidak ada, setelah kita bawa ke kantor, kita investigasi ternyata barang bukti itu sudah berada di daerah Sungai Lilin di Palembang," Terangnya.

Tersangka mengaku telah menggadaikan mobil itu seharga Rp 15 juta, tersangka mengaku menggadaikan mobil korban untuk membayar utang.

"Pengakuannya banyak utang," Imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Mubarrak mengatakan, orang yang menerima gadaian mobil itu bukan penadah.

"Bukan penadah. Status dia juga nggak tahu, jadi barang itu memang digadaikan dia ke orang itu yang orang itu juga nggak tahu," Jelasnya.

(Din)


Sumber : poldametrojaya