Seorang Remaja Tega Siram Kakak Kandung Dengan Minyak Panas Hingga Mengalami Luka Bakar

Ilustrasi

Lensanews (Jakarta) – Seorang pemuda diamankan petugas kepolisian Polsek Cilincing, Jakarta Utara, karena tega menyiramkan minyak goreng panas ke tubuh kakaknya yang tengah tertidur.

Di dasari rasa kesal dan jengkel lantaran sang kakak bernama Fikri Maulana memarahi pelaku, Parhan Azhari (23) sengaja menyiramkan minyak goreng panas ke tubuh kakak kandungnya

Kepala Unit Reserse Polsek Cilincing AKP Suharto mengatakan, kejadian ini terjadi di kediaman keduanya, Jalan Tipar Timur, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (31/07/2019), penyiraman minyak panas ini bermula ketika korban memarahi pelaku karena sepeda motor yang hendak digunakannya tidak terlihat, setelah memarahi pelaku, korban pun pergi ke ruang tamu.

Kemudian saat korban tengah tertidur, pelaku pun memanaskan minyak goreng, selanjutnya aksi penyiraman itu pun terjadi dan menyebabkan korban mengalami luka bakar 70 persen di sekujur tubuh bagian atasnya.

“Setelah minyak panas, tersangka mengambil wajan yang berisi minyak goreng itu dan menyiramkannya ke tubuh korban saat itu sedang tidur,” Ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (01/08/2019).

Pelaku memang kerap kali berkelahi dengan korban, bahkan pelaku pun dinilai sebagai anak nakal oleh anggota keluarganya.

“Memang pelaku ini di antara tiga keluarga agak bandel, pelaku sudah keluar masuk penjara, karena sering bermasalah, berkelahi tonjok-tonjokan dengan kakaknya,” Jelasnya.

Begitu insiden tersebut terjadi, pihak keluarga pun langsung melaporkannya ke Polsek Cilincing, laporan tersebut teregistarsi dengan nomor LP/K/VII/2019/ S.Cil, tanggal 31 Juli 2019.

Polisi pun langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan tersebut, ketika akan di amankan di tempat tinggalnya pelaku sempat mengelak, namun akhirnya pelaku pun mengakui perbuatannya tersebut.

“Pelaku kita tangkap langsung di rumahnya pukul 15.30 WIB, saat ini sudah kita tahan,” Terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 ayat 2 KUHP atas tindak pidana penganiayaan, dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.


(Din)


Sumber : poldametrojaya