Tangani Kasus Tunawicara Yang Bobol Brankas Minimarket, Polisi Gandeng Tenaga Ahli

Pelaku Tuna Wicara Yang Bobol Brankas Minimarket

Lensanews (Jakarta)  - Untuk mempermudah dalam melakukan proses pemeriksaan terhadap seorang tuna wicara yang di tangkap lantaran kepergok membobol brankas di salah satu minimarket, Polres Jakarta Timur menggandeng tenaga ahli dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk menangani kasus ini.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan, sejak dilakukannya penangkapan kemarin, tersangka yang bernama Adul (30) belum bisa memberikan keterangan secara lisan, untuk mempermudah komunikasi dengan tersangka, pihaknya memerlukan tenaga ahli.

 “Jadi metodenya yang bersangkutan menjawab ke ahli dengan bahasa isyarat kemudian ahli akan menerjemahkan disampaikan pada penyidik,” Katanya, Rabu (19/06/2019).

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan, tersangka berupaya membobol brankas dengan cara berpura-pura jadi pembeli dan hendak ke kamar mandi, namun setelah diarahkan oleh pegawai, untuk ke bagian belakang toko, justru malah membobol brankas menggunakan gunting.

“Keterangan itulah yang sangat diperlukan untuk kelengkapan bukti pemeriksaan,” Tambahnya.

Dirinya juga menegaskan, meski penyandang disabilitas, pasal yang dikenakan penyidik kepada tersangka tak berbeda, dimana tersangka yang mempunyai keterbatasan akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan.

“Pengakuannya baru pertama kali beraksi, barang bukti yang diamankan uang sebesar Rp2,3 juta dan gunting,” tuturnya.

Sebelumnya, seorang pria tuna wicara kepergok menjarah minimarket di Jalan Cipinang Jaya, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Senin (18/06/2019) malam, dari tangan pria yang babak belur di hajar massa, ditemukan uang tunai sebesar Rp2 juta, di duga diambil dari brankas toko tersebut.

Tersangka menjadi bulan-bulanan warga sekitar minimarket yang kala itu langsung berkerumun, beruntung petugas kepolisian tiba di lokasi dengan cepat dan bisa mengamankan pelaku yang sudah remuk akibat divermak beberapa warga.


(PMJ)


Sumber : poldametrojaya