Tak Hanya Sulit Terlelap, Ini Tanda Lain Mengalami Insomnia

Ilustrasi

Lensanews - Banyak yang menganggap gejala insomnia adalah susah tidur malam. Namun, nyatanya banyak hal yang menandakan bahwa kita mengalami insomnia. Ya, insomnia tak hanya terjadi pada kita yang susah terlelap di malam hari, orang yang tiba-tiba terbangun di tengah tidur dan tak bisa melanjutkannya lagi bisa disebut insomnia. Jadi, apa saja sih jenis insomnia yang ada?

Susah tidur malam bukan satu-satunya tanda insomnia

Sebenarnya, insomnia adalah  gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur dan mempertahankannya. Jadi, ada tiga jenis insomnia, yaitu:

·         Early insomnia alias insomnia datang ketika kita hendak tidur, karena insomnia ini kita akan kesulitan tidur meskipun badan sangat lelah.
·         Middle insomnia atau insomnia yang terjadi di tengah tidur, kita yang mengalami gangguan ini akan terbangun di kala tidur dan susah lagi untuk melanjutkannya. Selain itu, kita akan juga akan sering terbangun di malam hari.
·         Late insomnia adalah insomnia yang membuat kita terbangun lebih awal dan tidak mampu untuk melanjutkan tidur kembali.

Jadi, bukan hanya susah tidur malam saja yang termasuk ke dalam insomnia, tapi juga berbagai hal seperti terbangun terus di setiap sesi tidur juga bisa disebut gangguan tidur.

Ada juga insomnia akut dan insomnia kronik

Selain tiga tipe tersebut, insomnia juga dikelompokkan berdasarkan berapa lama gangguan ini muncul, maka ada insomnia akut dan insomnia kronik, bila kita susah tidur malam hari ketika kondisi tertentu, misalnya saat menjelang ujian atau karena tuntutan pekerjaan kantor, maka termasuk sebagai insomnia akut, tenang, hal ini wajar terjadi dan mungkin banyak orang yang pernah mengalaminya. Biasanya, penyebab insomnia akut seperti:

·         sedang stres dan tertekan
·         sedang flu, sakit kepala, dan demam
·         kondisi lingkungan yang tidak mendukung, seperti cahaya terlalu terang atau cuaca yang ekstrem
·         jadwal tidur terganggu, misalnya karena jet lag setelah perjalanan jauh atau sedang adaptasi dengan shift kerja malam hari

Jika kondisi tersebut bisa di atasi segera, biasanya insomnia akut ini tak memerlukan pengobatan khusus, contohnya ketika sudah menyelesaikan tuntutan kerjaan, kita yang awalnya sulit tidur, bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan.

Namun bila situasi ini terjadi terus dalam jangka waktu yang lama, bisa jadi ini adalah insomnia kronik. Insomnia kronik adalah gangguan tidur yang terjadi 3 kali dalam seminggu dan menetap selama 3 bulan, penyebab orang susah tidur malam akibat insomnia kronik ini sangat beragam, beberapa kondisi yang dapat menimbulkan insomnia kronik adalah:

·         Kebiasaan tidur yang buruk seperti tidak memiliki waktu tidur yang teratur
·         Stress pasca trauma yang menyebabkan sering terbangun di tengah-tengah tidur
·         Kecemasan jangka panjang yang menyebabkan banyaknya pikiran ketika akan tidur
·         Depresi dan kesedihan yang sangat mendalam
·         Kondisi kesehatan klinis lainnya seperti menderita kanker, diabetes, penyakit paru, dan lain-lain.

Gejala Lain yang Dirasakan Penderita Insomnia Kronik

Tidur merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting, menderita insomnia kronik dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, penderita insomnia kronik biasanya akan merasakan hal-hal berikut:

·         Kelelahan yang berlebihan
·         Kecemasan
·         Mudah emosi
·         Kesulitan fokus dan konsentrasi
·         Kesulitan bekerja
·         Kesulitan belajar

Jadi apakah kita mengalami insomnia? Apakah insomnia yang kita alami termasuk insomnia kronik? Berbeda dengan insomnia akut, insomnia kronik ini sulit untuk sembuh tanpa penanganan khusus.

Untuk menangani insomnia kronik beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan CBT-I dan menerapkan sleep hygiene, penderita insomnia kronik sebaiknya segera mengkonsultasikan masalah tidurnya supaya kualitas hidupnya terjaga.


(HS)



Sumber : Hellosehat.com