Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online Kaum Gay

Pelaku Praktik Prostitusi Online Kaum Gay

Lensanews (Jakarta) – Praktik Prostitusi kaum gay dengan menawarkan jasa pijat plus-plus secara online berhasil terungkap, setelah petugas kepolisian dari Unit III Krimsus Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang di pimpin oleh Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP M Faruk Rozi, SIK, M.Si bersama Kanit III Krimsus, Iptu M Falva, SIK, M.Si. melakukan pendalaman tentang kasus penyakit masyarakat ini.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP M Faruk Rozi menjelaskan, proses penangkapan pelaku berawal ketika anggota Unit Opsnal Unit 3 melakukan patroli cyber di media sosial Facebook yang menemukan sebuah akun dengan nama “Pijit Sensual” yang dikelola oleh UK (pelaku) yang menawarkan jasa pijit plus – plus yang dilakukan oleh laki – laki (pria).

“Menindak lanjuti temuan tersebut anggota opsnal memesan dua orang tukang pijit yang melayani plus – plus dengan tarif Rp. 500.000,00 (Lima ratus ribu rupiah) per orang, pada hari Rabu tanggal 26 Juni 2019 terjadi kesepakatan dengan pelaku untuk pelayanan pijit plus di hotel D’Arcici Sunter kawasan Sunter Jakarta Utara,” Ungkapnya kepada wartawan, Rabu (26/06/2019).

Barang Bukti Dari Tangan Pelaku
Sedangkan, Kanit II Krimsus Iptu M. Falva menambahkan, bahwa sekira pukul 19.30 WIB, pelaku bersama temannya berinisial W datang ke hotel tersebut untuk memberikan pelayanan pijit plus layanan seksual.

“Sekira jam 20.40 WIB anggota Unit III Krimsus Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penangkapan di Kamar No. 1304 Hotel kawasan Sunter Jakarta Utara dan didapati saksi dalam keadaan telanjang di dalam kamar hotel,” Terangnya.

Lalu pelaku berikut barang bukti dibawa ke Kantor Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna proses penyidikan. Sementara, barang bukti yang diamankan polisi antara lain, satu unit handphone Oppo warna hitam beserta nomer ponselnya, uang tunai Rp1,3 juta, lima buah kondom, dan bukti transfer senilai Rp300 ribu, satu lembar akses card hotel, satu lembar kuitansi atau cash receipt hotel dan celana dalam pria warna biru merek Calvin Klein.

Pelaku pun diancam dengan Pasal 2 ayat (1) UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.


(PMJ)


Sumber : poldametrojaya