Pihak Sekolah Tidak Puas Dengan Hasil Kerja Kontraktor, Dinas PUPR Akan Cek Lokasi

Handle Kunci Pintu Sekolah Baru Dua Bulan Sudah Rusak

Lensanews (Karawang) – Ketidak puasan pihak sekolah terhadap kinerja Kontraktor (peyedia barang dan jasa) atas pelaksanaan proyek pembangunan rehabilitasi ruang SDN Mulya sejati 3 dengan menggunakan anggaran APBD sebesar Rp. 222.057.854,34, di tanggapi oleh Seksi Pengawasan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.

Kepala Bidang Penataan Bangunan M. Choirul Agus Tjandra, ST, MT melalui pegawai Seksi Pengawasan Bangunan, Iwa mengatakan, bahwa terkait dengan adanya material yang tidak diganti, dan kualitas material pada kunci pintu sekolah pada proyek rehabilitasi SDN Mulya Sejati 3, pihaknya akan malakukan koordinasi dengan bagian perencanaan dan melihat RABnya terlebih dahulu.  

“Nanti kita koordinasi dulu sama perencanaan, lihat dulu RABnya, takutnya memang tidak ada, atau hanya tambal sulam saja, kita tidak tahu,” Ujarnya saat di temui Lensanews.id di ruangannya, Jl. Dewi sartika No 0, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Rabu (12/06/2019).

Dirinya juga membantah tentang persoalan adanya material yang baru beberapa bulan di gunakan namun telah mengalami kerusakan, dan menjamin dirinya untuk melakukan perbaikan jika hal tersebut terjadi.

Lantai Keramik Tidak di Ganti
“kecuali kalau kerusakannya sama si pengguna, tapi kalau apa apa sudah rusak saya berani jamin harus di benarkan” tambahnya.

Dirinya juga menerangkan,  terkait pengawasan dari dinas, namun tidak secara terus menerus hanya sementara waktu untuk datang kelokasi.

“Ada pengawasan, mungkin temporer, di tuntut untuk kecakapan kepintaran si penyedia jasa menyimpan mandor di sana (lokasi Proyek),” Terangnya

Dirinya berharap kepada pihak sekolah, agar segera melakukan komunikasi dengan dinas terkait, apabila ada suatu pelaksanaaan pekerjaan yang tidak memuaskan, jangan sampai setelah selesai proyek baru komplain.

“Kadang - kadang kurang respon juga, saya ingin ada dialog, komunikasi, jangan complainnya ketika sudah selesai, jadi ga ada istilah seperti sekarang ini, monitoring dari PUPR kan ribuan,” Jelasnya.

Dengan adanya persoalan tersebut, dirinya akan segera mengecek ke tempat lokasi, untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, benar tidaknya masalah tersebut

“Yang penting mah kalau mereka ada kekurangan saya akan Follow Up,” Ucapnya.

Pembatas Ruang Kelas Tidak Ada Slot Pengunci (Engsel)
Sedangkan jika terlihat sebuah pekerjaan selesai, pihaknya menginginkan pihak sekolah membuat surat ijin pemberitahuan untuk menggunakan gedung ruang kelas sekolah yang baru ke dinas PUPR, sehingga semua pihak mengetahuinya.

“Kalau sudah di periksa dan sudah selesai dengan beberapa syarat, pihak sekolah harusnya respon juga, bikin surat pemberitahuan bahwa kelas baru di layangkan kesini, sekolah tahun anggaran baru, mohon pemberian ijin memakai ruang kelas, biasanya kepala sekolah ada surat kesini (PUPR), jangan sampai kita berprasangka kelas itu sudah di pake, tapi ruangan tidak di pakai, dan anak anak diluar, seharusnya bikin surat yang menyatakan akan memakai ruangan kelas, nanti juga respon. Sebenarnya kalau di nyatakan pekerjaaan itu selesai, walaupun itu dalam masa pemeliharaan ya sudah pakai, kadang-kadang kepala sekolah pemikiran seperti itu,” Pungkasnya.

(Din)