TNI Dan Polri Tangkap Pelaku Cabul Yang Masuk Hutan

Pelaku Cabul Saat di Tangkap Polisi dan TNI
Lensanews (Kendari) - Setelah kabur selama 3 hari dan sempat melarikan diri kehutan, pelaku pencabulan dan penculikan yang diketahui bernama Adrianus Pattian berhasil di tangkap saat bersembunyi di kolong rumah warga oleh Tim Gabungan Tni dan Polri Kota Kendari Sulawesi Tenggara.

Dandim 1417 Kendari, Letkol Fajar Lutfi Wijaya mengungkapkan, setelah pelaku diketahui melakukan aksi bejatnya terhadap anak di bawah umur, pengejaran dilakukan oleh Tim TNI-Polri sejak Senin (29/04/2019) lalu, namun pelaku melarikan diri ke hutan Nanga-nanga yang berada di pinggiran Koata Mandiri.

"Informasi awalnya itu dari polisi, jika pelaku dilihat membawa salah seorang korban ke Hutan Nanga-Nanga. Infonya bukan dari warga, melainkan dari intel sehingga dilakukan pengejaran, namun saat mengetahui dikejar oleh anggota, pelaku lari ke dalam hutan," ujarya kepada wartawan di Kendari, Rabu (01/05/2019).


Jejak pelaku pun akhirnya kembali terendus oleh tim kepolisian pada hari Rabu (01/05/2019), setelah beberapa saat menghilang karena di kepung di hutan Nanga-nanga, yang kemudian Personel gabungan langsung bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku yang tengah bersembunyi di wilayah Jati Raya, Wua-Wua.

"Semua jalan dan lorong di sekitar Jati Raya kami tutup dan kami berjaga, akhirnya pelaku berhasil kami amankan," Ucapnya.

Pelaku diketahui tengah bersembunyi dengan cara bertiarap di kolong rumah warga, namun pelaku sempat melawan saat hendak ditangkap yang mengakibatkan 1 personel TNI terluka.

"Seorang babinsa kami kena pukulan pada bagian mulut, karena Adrianus melawan," Katanya.

Dengan adanya penangkapan terhadap pelaku yang di lakukan oleh Tim TNI bersama personel kepolisian, ratusan warga yang saat itu berada di lokasi dan menyaksikan peristiwa tersebut, langsung mengerumini dan menghajar pelaku.

Pelaku yang ditangkap sempat menjadi bulan-bulanan amukan warga, akhirnya untuk meredam situasi yang tidak kondusif, tembakan peringatan pun di keluarkan, karena personel kepolisian dan Tim TNI kewalahan menghadapi aksi warga yang saat itu tengah dalam keadaan emosi.

Petugas langsung mengamankan pelaku ke markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/3 Kendari untuk dimintai keterangan atas aksi bejatnya, pelaku merupakan mantan anggota TNI berpangkat Prajurit dua (Prada), pelaku juga telah masuk dalam Daftar Pencariaon Orang (DPO) sejak tahun 2018 lalu karena melakukan disersi (meninggalkan batalyon).


(DN)



Sumber : detiknews.com