Polisi Amankan Ratusan Motor Dari Pelaku Aksi Balap Liar

Polres Nganjuk Amankan Ratusan Sepeda Motor Dari Aksi Balap Liar
Lensanews (Nganjuk) - Karena telah mengganggu dan menimbulkan keresahan terhapan masyarakat, Polres Nganjuk berhasil mengamankan ratusan kendaraan sepeda motor dari pelaku yang melakukan aksi balap liar, saat ini sepeda motor yang berjumlah 231 tersebut terparkir di halaman Mapolres Nganjuk.

"Semalam terjaring 231 kendaraan bermotor yang berhasil kami amankan dari aksi balap liar, semua ini atas laporan keresahan masyarakat Nganjuk," Ujar Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta kepada wartawan di Mako Polres Nganjuk, Minggu (12/05/2019).

Penangkapan 231 motor berbagai merek itu, dilakukan dalam waktu 3,5 jam dari operasi dua titik lokasi yang digelar,  mulai pukul 00.30 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

"Kita mendapatkan hasil, yaitu kegiatan balap liar yang dilaksanakan oleh sekelompok anak-anak yang dilaksanakan di jalan sekitar exit Tol Begadung dan di Ploso Jalan Amad Yani, mereka ini melakukan kegiatan balap liar kemudian ada juga berkumpul di area balap yang tujuannya menggunakan motor-motor yang sudah banyak dimodifikasi," Terangnya.

Saat dilakukan razia, banyak sekali yang mencoba mengelabui polisi dengan berpura-pura hanya sebagai penonton saja.

"Dalam razia semalam yang bersangkutan juga mengaku bahwa hanya menonton saja, yang perlu digaris bawahi penonton pun juga bisa kita kenakan sanksi terkait dengan balap liar," Tambahnya.

Namun saat dilakukan operasi, para pemilik motor yang rata-rata sudah memodifikasi itu tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat bermotor saat ditanya petugas.

"Kita akan meminta melengkapi surat bermotor yang tidak bisa menunjukkan, selain itu kita minta semua komponen-komponen motor yang telah dimodifikasi itu dikembalikan dengan standarnya," Jelasnya.

Jika nantinya pemilik motor akan mengambil ke mapolres, harus melalui proses tahapan, jika masih usia sekolah pihaknya akan mendatangkan orang tua dan juga mendatangi sekolah, ini dilakukan agar mereka membuat pernyataan dan tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami akan mendatangkan orang tua dari masing-masing anak yang membawa motor ini, kemudian anak tersebut apabila memang masih bersekolah, kami akan datang ke sekolah dan wajib membuat surat pernyataan dan memberikan statement di depan seluruh murid yang ada di sekolah tersebut bahwa tidak akan mengulangi perbuatan yang sama," Tegasnya.           


(DN)

Sumber : detiknews.com