Karena Lalai Dalam Tugasnya Hingga Menyebabkan Seorang Bayi Tewas, Pemilik dan Satu Orang Perawat Ditangkap Polisi

Dua Tersangka di Ciduk Polisi Akibat Kelalaian
Yang Menyebabkan Tewasnya Seorang Bayi Elora
Lensanews (Denpasar) - Seorang bayi Elora berusia 3 bulan di kabarkan meninggal dunia saat di titipkan oleh orang tuanya kepada Tempat Penitipan Anak (TPA) Princess House Childcare, Denpasar Bali, kini pemilik TPA dan satu orang perawat sudah di tangkap oleh polisi dan di tetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut

"Satreskrim melakukan penyidikan tentang tindak pidana kelalaian mengakibatkan matinya anak di Princess Childcare pada Kamis (9/5), sekitar pukul 07.30 WITA pelapor datang ke TPA untuk dititipkan, karena orang tuanya bekerja, kemudian dititipkan dari pagi dan dirawat di TPA, namun saat diambil anak tersebut ada di RS Bross dan diketahui meninggal dunia," Kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan saat jumpa pers di Mapolresta Denpasar, Jl Gunung Sanghyang, Denpasar, Bali, Senin (13/05/2019).

Menurutnya, saat ini dugaan awal yang menyebabkan meninggalnya bayi Elora di karenakan lemas, sedangkan kedua tersangka bernama Listiana alias Tina (39) sebagai perawat dan Ni Made Sudiana Putri (39) sebagai pemilik TPA Princess Childcare.

"Bayi tadi setelah diterima akan diberikan susu, kemudian ditinggal satu menit, kemudian balik lagi perawatnya, kemudian (bayi itu) digendong lalu ditengkurapkan dari hasil rekaman CCTV sekitar 30 menit, setelah balik sang bayi sudah dalam kondisi lemas lalu dibawa ke RS Bross dan meninggal di rumah sakit, kondisinya lemas," Ujarnya.

"Sudah autopsi tinggal menunggu hasilnya, namun secara lisan (disampaikan) lemas," Tambahnya.

Tak hanya itu, ternyata TPA Princess Childcare tidak mengantongi izin resmi sebagai yayasan penampungan anak dan tidak memiliki pegawai yang bersertifikasi khusus anak.


"TPA sudah beroperasi tiga tahun dan hanya mengantongi izin yayasan saja, namun dari dinas kesehatan dan dinas pendidikan tidak ada izinnya, TPA ini merekrut stafnya hanya lulusan SMP dan SMA dan tidak memiliki keahlian khusus untuk perawatan anak, khususnya bayi, tetapi dalam brosur ini dijelaskan bahwa makan dan minum ditangani ahli gizi, tapi hasil interogasi hanya melihat dari google, bukan dokter ahli gizi beneran," Ungkapnya.

Padahal TPA tersebut juga memiliki cabang di Jl Nusakambangan, Denpasar serta menampung sekitar 40-50 bayi dan anak-anak dengan total pengasuh berjumlah 9 orang, sejak terjadinya peritiwa meninggalnya bayi Elora ini, kedua TPA tersebut sudah dikelilingi garis batas polisi.

"Sekarang sudah kita police line, sudah tutup semua," Tegasnya.

Akibat perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun.

"Tersangka ini ada sebagai pemilik dan perawatnya, kita kenakan pasal 76 b jo 77 b UU RI no 35 tahun 2015 tentang perlindungan anak menyebabkan matinya anak, tersangka dua, kita kenakan pasal yang sama karena lalainya," Pungkasnya.          

(DN)



Sumber : detiknews.com