Aneh ... Kepala Sekolah dan Guru Tidak Mengetahui Pungutan Berupa Partisipasi Yang Terjadi di Lingkungan Sekolahnya

Kepala Sekolah dan Guru di SDN ini
Tidak Mengetahui Apa Yang Terjadi di Lingkungan Sekolah
Lensanews.id (Karawang) – Tim Saber Polres Karawang mempertanyakan pernyataan Kepala Sekolah SDN Nagasari VI, yang mengaku tidak tahu dan tidak ikut campur perihal pungutan berupa partisipasi (Sumbangan) kepada orang tua murid kelas Vl sebesar Rp. 200.000/siswa yang bertujuan untuk kelacaran ujian.

“Masa sekolah gak tau ada yang ngambil uang di sekolahnya” Ujar salah seorang Tim saber Polres Karawang kepada Lensanews.id (02/05/2019)

Dirinya heran dan sangat menyayangkan atas sikap Kepala Sekolah yang tidak mengetahui keadaan di lingkungan sekolahnya sendiri dan pihaknya juga menyoroti perbuatan dari paguyuban yang mengadakan pungutan tanpa diketahui orang nomor satu di sekolah tersebut, jika memang benar pihak sekolah tidak mengetahui sama sekali perihal pungutan tersebut.

“Ngambil uang di lingkungan sekolah nggak ketahuan Kepala Sekolah ya salah, apalagi yang ngambil paguyuban.” Tambahnya.

Selain itu, dirinya mempertanyakan fungsi komite yang berada di sekolah, dan dirinya dengan jelas mengatakan, bahwa salah satu peran yang paling utama adalah Kepala Sekolah harus mengetahui keadaan di sekolahnya.

“Komite tau gak? Kan komite, kepala sekolah harus tahu”

Pernyataan tidak tahu dan tidak ikut campur dari Kepala Sekolah dan guru, menurutnya jelas tidak sesuai dengan jawaban, karena perbuatan pungutan berupa partisipasi atau sumbangan tersebut terjadi di lingkungan sekolahnya, dimana Kepala Sekolah dan guru tersebut memberikan pelajaran mengajar terhadap siswa.

“Ya jelas, sekolah salah kalo bilang tidak tahu, karna apa, karna uang sebesar itu di ambil dari lingkungan sekolah, masa kepala sekolah tidak tahu ?,” Pungkasnya.

Sebelumnya, Sekolah Dasar Nagasri VI melakukan pungutan berupa partisipasi (Sumbangan) terhadap orang tua dan wali murid kelas VI sebesar Rp 200.000/siswa guna memperlancar siswa dalam menghadapi Ujian Nasional 2019, namun Kepala Sekolah SDN Nagasari VI dan para guru tidak mengetahuinya, padahal perbuatan pungutan tersebut terjadi di lingkungan sekolah, dimana para guru melakukan aktivitasnya sehari-hari untuk memberikan mata pelajaran-mengajar kepada siswa.



(Gie)