5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur

Lensanews - Salah satu waktu makan yang penting saat masa puasa adalah sahur, yang harus di perhatikan pada saat sahur adalah mengonsumsi makanan yang akan menjadi energi selama kurang lebih 12 jam ke depan selama berpuasa, sehingga harus benar-benar memperhitungkan jenis makanan seperti apa yang Anda konsumsi, berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya di hindari ketika makan sahur:

1. Kopi

Salah satu alasan mengapa kopi sebaiknya di hindari saat sahur adalah karena sifat kopi yang laksatif, mungkin kita menyadari frekuensi ke toilet akan bertambah setelah mengonsumsi kopi, ini karena terdapat komponen dalam kopi yang menstimulasi kerja usus besar sehingga tubuh kemudian membuang sisa pencernaan lebih cepat.

Selain itu, sifat asam pada kopi juga dapat mengganggu kenyamanan perut, komponen yang disebut chlorogenic acid dapat memicu naiknya kadar keasaman perut serta meningkatkan produksi asam lambung, komponen lainnya pada kopi juga dapat mempercepat kerja sistem pencernaan.

2. Makanan asin

Selain tentunya dapat menyebabkan hipertensi, makanan asin ternyata dapat menstimulasi rasa haus, kita pasti tidak ingin merasa haus sepanjang hari karena makanan asin yang di makan saat sahur.

Contoh makanan yang bisa di hindari saat sahur untuk menghindari haus adalah acar, kacang yang diasinkan, kuaci, serta makanan kaleng, jenis makanan tersebut termasuk yang memiliki kadar garam tinggi sehingga dapat memicu rasa haus dan juga dapat mengurangi jumlah garam serta penyedap yang di gunakan dalam masakan.

3. Karbohidrat sederhana

Saat berpuasa, tubuh kita tidak menerima asupan selama lebih dari 12 jam, sementara kita tetap menggunakan energi untuk bekerja dan beraktivitas, jika pada saat sahur tubuh tidak mendapat bahan bakar yang cukup, maka bukan tidak mungkin kita cepat merasa lelah selama puasa, pada saat sahur disarankan untuk mengonsumsi makanan yang termasuk dalam karbohidrat kompleks? Mengapa begitu?

Jika mengonsumsi karbohidrat kompleks, energi yang berasal dari makanan tersebut akan dilepaskan secara perlahan ke tubuh, sehingga memiliki cadangan energi lebih banyak untuk di gunakan pada jam-jam di mana kita sedang berpuasa.

Contoh makanan yang termasuk dalam karbohidrat kompleks adalah nasi merah, barley, gandum, dan oat, kita bisa mencari makanan yang termasuk dalam jenis rendah glikemik, karena biasanya makanan yang rendah nilai glikemiknya termasuk dalam makanan berjenis karbohidrat kompleks.

Lalu apa yang terjadi, jika mengonsumsi banyak karbohidrat sederhana?, bisa jadi merasa lebih cepat kenyang tetapi setelah itu, kita cepat merasa lapar kembali, hal ini dikarenakan kerja dari karbohidrat sederhana merupakan kebalikan dari karbohidrat kompleks, energi yang dihasilkan dari karbohidrat kompleks langsung dilepaskan ke tubuh sehingga tidak akan bertahan lama untuk membantu kita tetap merasa kenyang selama berpuasa.

Contoh karbohidrat sederhana adalah gula pasir, produk susu dan olahannya, soft drink, permen, kue, dan sejenisnya, bukan berarti tidak boleh mengonsumsi karbohidrat, sederhana, namun imbangi dengan konsumsi karbohidrat kompleks untuk membantu agar tetap fit selama berpuasa.

4. Makanan pedas

Sama seperti makanan asin, makanan pedas dapat memicu rasa haus terus menerus, selain itu, mereka yang menderita maag disarankan untuk menghindari makanan pedas karena dapat memicu meningkatnya asam lambung sehingga berpotensi menyebabkan nyeri di perut bagian atas, dan bagi sebagian orang, makanan pedas memicu sakit perut.

5. Makanan berlemak tinggi

Makanan yang mengandung lemak tinggi bekerja dengan dua cara. Yang pertama, makanan tinggi lemak dapat menghambat dan memperlambat proses pengosongan perut sehingga memperburuk gejala sembelit. Yang kedua, makanan tinggi lemak dapat mempercepat kerja sistem pencernaan sehingga menimbulkan diare, efek dari makanan tinggi lemak ini bergantung pada tipe lemak apa yang kita makan dan kecenderungan akan bereaksi terhadap makanan berlemak tinggi.

Pada saat sahur sebaiknya mengurangi jenis makanan tinggi lemak agar terhindar dari konstipasi ataupun diare selama berpuasa, sebagai alternatif kita dapat mengonsumsi jenis makanan yang sama tetapi dengan cara pengolahan yang berbeda, misalnya mengganti menu ayam goreng menjadi ayam bakar.


(HS)



Sumber : hellosehat.com