2 Pelaku Tawuran Yang Menelan Korban Jiwa di Tangkap Polisi

Ilustrasi
Lensanews (Jakarta) - Phak kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan menangkap dua pelaku remaja berinisial AR 920) dan AS (18) yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka lantaran telah menghilangkan nyawa seorang remaja saat terjadi tawuran antar dua kelompok di Jalan Raya Kebagusan, Pasar Minggu, jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya mengatakan, tawuran tersebut melibatkan dua kelompok antara Kelompok Kebagusan dengan pemuda Warung Buncit yang terjadi pada Minggu,(28/04/2019) dini hari.

“Mulanya korban berinisial A dan HS tengah nongkrong di lokasi sembari melakukan live di media sosial Instagram pada hari Sabtu (27/04/2019), keduanya merupakan kelompok yang berasal dari Kebagusan,” Ujarnya, Selasa (30/04/2019).

Saat itu korban A dan HS menantang kelompok lain untuk berduel, dengan lontaran kata ‘Yang Berani, Datang ke Gang Bakso’, maksud keduanya adalah unjuk gigi dalam mencari lawan untuk tawuran.

"Akhirnya, para pelaku yang yang berasal dari Warung Buncit datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam seperti celurit dan teralis besi," Sambungnya.

Hingga akhirnya terjadi aksi duel antar dua kelompok, saat baku hantam terjadi korban HS membawa celurit di tangan, namun naas saat bentrokan terjadi, celurit di tangan HS pun terjatuh dan korban disabet oleh tersangka AR.

"Mereka melihat korban menggunakan celurit, pelaku memukul pakai teralis besi sehingga celurit korban jatuh, saat korban mau ambil celurit, pelaku A membacok punggung dan tangan korban pakai celurit sehingga korban HS tewas di tempat," Terangnya.

Atas kejadian itu, pihak keluarga korban pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, tim gabungan Unit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan dan Satreskrim Polsek Pasar Minggu menangkap kedua pelaku di kawasan Mampang Prapatan, Jakata Selatan.

Sejauh ini Polisi sudah menyita beberapa barang bukti berupa jaket yang dikenakan oleh korban yang robek akibat sabetan celurit.

"Barang bukti yang kami sita adalah satu jaket biru dongker yang pada bagian punggung sobek akibat sabetan celurit," Tambahnya.

Hingga hari ini, pihaknya tengah mencari pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran itu, sementara dua tersangka itu dijerat dengan pasal 170 ayat 2 huruf ketiga KUHP.
“Dengan ancaman hukuman maksimal 13 tahun,” Pungkasnya.

(PMJ)


Sumber : poldametrojaya