Tewas di Tikam Pisau Saat Hendak Melerai Perkelahian

Ilustrasi
Lensanews (Kapuas) - Seorang warga menjadi korban penikaman hingga nyawanya melayang saat melerai 2 orang yang akan berkelahi, Junaedi (46) warga Desa Petak Puti, Kecamatan Timpah, menjadi sasaran pisau yang di pegang oleh seorang remaja sekaligus pelaku penikaman berinisial IJ ketika hendak berkelahi dengan anak tirinya berinisial AT

Kasatreskrim Polres Kapuas AKP Ahmad Budi Martono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku di salah satu rumah warga, dimana pelaku sedang bersembunyi, yang selanjutnya dibawa ke kantor polisi guna di periksa.

Dari kronologis kejadian, peristiwa tersebut berawal dari adanya pesta hiburan perkawinan disalah satu rumah warga, Sabtu malam (13/04/2019) di Desa Lapetan, Kecamatan Mantangai, pelaku yang sengaja datang dari Dusun Tanjung Kelanis untuk melihat hiburan tersebut, sesampainya dilokasi pelaku tiba-tiba melihat AT dan mendadak timbul emosi, lantaran sebelumnya masih menyimpan rasa dendam pada perselisihan beberapa waktu silam.

Dengan cara mendekati, pelaku IJ menantang  AT untuk mengajaknya duel berkelahi, belum sampai adu fisik, perbuatan yang akan mereka lakukan dilihat oleh korban, tidak ingin terjadi sesuatu hal, korban langsung datang berupaya mencegah atau melerai.

"Pelaku tambah naik pitam dan langsung menusukkan pisau yang sengaja dibawanya dari rumah," Katanya.

Akhirnya korban mendapat luka tusukan, karena merasa tidak siap dan tidak ada pikiran kalau pelaku akan menyerangnya dengan menikamnya dengan pisau secara mendadak.


"Korban ditusuk dengan senjata tajam sebanyak empat kali pada bagian perut dan langsung tersungkur," Lanjutnya, didampingi Kapolsek Mantangai, AKP Fariza Lubis.

Melihat korban yang tersungkur di tanah, kemudian warga berupaya memberikan pertolongan dengan membawanya ke Puskesmas Danau Rawah, karena banyak mengeluarkan darah, dalam perjalanan nyawa korban tidak terselamatkan.

"Belum sempat mendapatkan perawatan medis korban meninggal dunia dalam perjalanan. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut," Pungkasnya.

(JPN)



Sumber : JPNN.COM