Terpidana Mutilasi Buron dan Menjadi DPO Polisi

Narapidana Sekaligus Buronan Pembunuh Gay
Lensanews (Sydney) – Seorang narapidana dalam kasus pembunuhan sadis terhadap dua orang kekasihnya berstatus Gay, berhasil kabur dan menjadi buronan setelah melepaskan gelang monitor elekronik yang dipakai dipergelangan kakinya dengan cara dipaksa.

Seperti dilansir CNN, Senin (08/04/2019), terpidana Damien Peters (50) terakhir kali terlihat di Rumah Sakit Prince of Wales di Randwick, pinggiran Sydney, pada Minggu (7/4) sore waktu setempat, terpidana berada di rumah sakit tersebut saat dalam masa pembebasan bersyarat.

Gelang monitor elektronik yang seharusnya terpasang di pergelangan kakinya, ditemukan tergeletak di suatu lokasi pada malam hari, pihak kepolisian menyebut gelang elektronik itu 'dilepas secara paksa'.


Atas tindak pembunuhan dan mutilasi itu, terpidana Peters yang saat ini di nyatakan buron divonis 21 tahun penjara dan berhak mendapat pembebasan bersyarat sejak tahun 2015 lalu, informasi spesifik soal status hukum terkini untuk terpidana Peters tidak diketahui secara jelas, namun diketahui bahwa dia masih dalam pengawasan pihak berwenang.

Perburuan terhadap Peters pun diluncurkan otoritas setempat, dalam pernyataan Kepolisian New South Wales, merilis ciri-ciri Peters yang disebut 'berperawakan kekar dengan rambut pendek warna cokelat', terpidana juga disebut memiliki tato bergambar ular melilit macan kumbang di lengan kanannya dan tato bergaya tribal pada lengan kiri bagian atas.

Publik diminta untuk 'tidak mendekati Peters jika melihatnya', namun diimbau segera menghubungi polisi.


(DN)



Sumber : detiknews.com