Terkait Status Hukum Waterpark De’Keraton Bay Yang Tidak Jelas , Kapolsek Klari Arahkan ke Penyidik

Para Awak Media Yang Meliput Peristiwa Tewasnya
Anak Berumur 12 Tahun di Waterpark De'Keraton Bay
Lensanews.id (Karawang) - Sudah dua bulan lebih sejak penanganan proses status hukum terkait kasus tewasnya anak berumur 12 tahun di lokasi kolam renang Waterpark De’Keraton Bay oleh pihak kepolisian Polsek Klari, Karawang, Jawa Barat, hingga saat ini belum ada kejelasan.

Ramdan Fauzi meninggal dunia di duga akibat kelalaian dari pengelola yang tidak memperhatikan safety di salah satu area kolam renang, sampai korban tersedot/terhisap lubang pipa penghisap (penguras) air yang di pergunakan untuk pembuangan air di lokasi Waterpark De’Keraton Bay, Jalan Kosambi Telagasari, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang pada hari Sabtu (09/02/2019).

Kasus ini langsung di tangani pihak kepolisian Polsek Klari, Karawang, Jawa Barat, hingga pihak kepolisian memasang Police Line di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, untuk di otopsi serta guna penyelidikan lebih lanjut, sejumlah saksi pun telah diperiksa, namun  hingga saat ini tidak ada kejelasanmengenai status hukumnya seperti hilang di telan bumi.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Klari Komisaris Polisi (Kompol) H. Relisman Nasution, SH, MH, saat ditemui Tim Lensanews.id tidak memberikan penjelasan yang pasti terkait proses status hukum Waterpark De’Keraton Bay, terkesan tidak ingin kasus tersebut terungkap ke publik, bahkan untuk mendapat jawabannya, malah diarahkan ke penyidik.

"Tanya ke reskrim saja bawahan saya" Jawabnya dengan singkat saat di temui Lensanews.id di Kantor Polsek Kalri, Kamis (25/04/2019).
Selanjutnya,  salah seorang anggota yang saat itu berada diruangan penyidik mengatakan, bahwa dirinya tidak bisa memberikan penjelasan terkait korban yang tewas di lokasi Waterpark De’Keraton Bay, dan Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Klari sedang berada di luar dalam rangka  menghadiri sebuah acara.

"Kanit reskrimnya sedang keluar, ada acara dipertamina, dan saya tidak bisa memberikan penjelasan" Ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, aktivitas pegawai yang bekerja di Waterpark De’Keraton Bay saat ini sudah kembali berjalan Normal semenjak hari Senin (22/04/2019), padahal di area TKP Waterpark De’Keraton Bay terpasang garis Police Line yaitu garis polisi yang tak boleh dilewati atau dimasuki oleh orang yang tak berwenang terhadap TKP, dan dinyatakan sebagai status quo, status apa adanya atau asli persis saat kejadian perkara, tidak boleh dimasuki, diutak-atik, dipegang-pegang tanpa prosedur yang dibenarkan forensik kepolisian.

Selain itu, status hukum Waterpark De’Keraton Bay yang hingga kini belum jelas karena kelalaian pengelola yang kurang safety terhadap pengunjung, menyebabkan korban meninggal dunia akibat tersedot/terhisap lubang pipa penghisap (penguras) air yang di pergunakan untuk pembuangan air.


(Gie/Din)