Seorang Kepala Desa Jadi Tersangka Penggelapan Dana Desa Sebesar Rp 500 Juta

Kepala Desa Batugulung Yang di Tetapkan Sebagai Tersangka Penggelapan Danan Desa
Lensanews (Gowa) - Jajaran kepolisian Polres Gowa berhasil mengungkap adanya indikasi penggelapan dana desa yang dilakukan oleh salah seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kades tersebut saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kades sekaligus tersangka kasus penggelapan dana desa ini diketahui berinisial MS (59), warga Dusun Bilonga, Batugulung, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, dan diduga sudah menyalahgunakan jabatannya sebagai kepala desa untuk menghamburkan uang senilai 500 juta demi kepentingan pribadinya.


"Modusnya mengambil dana desa untuk kepentingan pribadi," Ungkap Kapolres Gowa, AKBP Sinto Silitonga kepada detikcom, Selasa (02/04/2019).

MS menyalahgunakan jabatannya dan mengambil keuntungan dalam kurun waktu 2015-2018 dan total kerugian negara senilai Rp 531.168.459.

Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat dan temuan serta laporan dari Satgas Dana Desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Ditemukan adanya pengerjaan proyek desa yang tidak sesuai RAB bahkan ada pekerjaan proyek yang sama sekali tidak dikerjakan," Jelasnya.


Pada 19 Maret 2018, penyidik menetapkan Kepala Desa Batugulung sebagai tersangka, pasca penetapan sebagai tersangka, sempat mangkir dua kali dari panggilan penyidik.

"Pelaku menyerahkan diri anda Sabtu 30 Maret 2019 pukul 10.00 WITA, pelaku saat itu berada di rumah keluarganya untuk menenangkan diri," Lanjutnya.

Karena perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah menjadi UU RI No. 20 Tahun 2001 yang berbunyi :

"Setiap orang yang secara melawan hukum, menyalahgunakan kewenangan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian negara atau perekonomian negara Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara"


(DN)




Sumber : detiknews.com