Tim Saber Bidik Pungli di Sekolah

Tim Saber Pungli Karawang
Lensanews.id (Karawang) - Adanya salah satu Sekolah Dasar Negeri terfavorit di Kabupaten Karawang membuat Tim Saber Karawang Gerah, pasalnya sudah banyak kasus pungutan-pungutan yang berbentuk sumbangan, namun sangat disayangkan besarnya biaya harus di tentukan oleh pihak sekolah.
Anggota Saber Bripka Tiara mengatakan, dari dulu pihaknya sudah gencar menyingkapi kasus berupa pungutan, terutama dalam dunia pendidikan, dalam persoalan ini pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.
 “Kita dengan Dinas Pendidikan dari awal juga sudah sering dan gencar meyikapi pungli,” Jelasnya kepada lensanews.id, saat di temui diruangan Saber Karawang, Rabu (10/04/2019)
Berbeda dengan tingkat SMP/SMA, Untuk tingkat SD pihak Saber masih merasa kesulitan dan masih mempelajari bagaimana cara untuk tindakan langsung mendatangi sekolah tersebut  karena kasus seperti ini bisa mencangkup langsung dengan anak-anak dan bisa mempengaruhi psikolognya ketika ada tindakan langsung ke sekolah.
“Kita bingung mau ada penindakan seperti apa, karna disini menyangkup dengan anak-anak, dan kita gak mau akhirnya anak-anak tau kemudian menjadi stres, maka dari itu disini juga kita mempelajari psikologisnya anak, kalau untuk SMP/SMA kita berani datang langsung ke sekolah karena anak-anak SMP dan SMA sudah mulai mengerti dan malah mereka sudah mulai bersahabat” Sambungnya
Untuk saat ini penindakan dari pihak Saber masih berupa teguran dan panggilan dengan penyelesaian bagaimana baiknya.
“Paling banter kita panggil dan kita tegur, kita selesaikan, tapi jarang kita untuk datang langsung ke sekolah apalagi dengan berpakaian Kepolisian,” Tambahnya.
Dirinya juga menyampaikan, hingga saat ini sejumlah sekolah sedang di selidiki khususnya dalam melakukan berbagai pungutan,namun disisi lain pihak kepolisian juga mengaku kesulitan, mengingat untuk SD yang jumlahnya banyak di Karawang, dan sampai saat ini masih menyerap informasi dari korwil perwilayah.
“Kalo untuk SD itu agak sulit, karna SD banyak, paling kita juga ngambil sistemnya Honorer,” Ucapnya.
Terkait dengan adanya paguyuban yang masih ada di sekolah, Bripka Tiara dengan tegas mengatakan, bahwa Tim Saber Karawang dengan Dinas Pendidikan sudah meminta untuk semua paguyuban disekolah agar dibubarkan dan di ganti oleh korlas.
“Paguyuban harusnya dibubarkan!, kami sudah tegas agar paguyuban dihapus dan digantinya oleh Korlas,” jawabnya dengan sangat tegas.
Dirinya juga menjelaskan apa pungsi Korlas yang tentu tidak seperti Paguyuban.
“Jadi begini, di kelas itu tidak ada Sekertaris atau Bendahara sudak tidak ada, jadi hanya perwakilan satu orang yang masuknya komite dan itu sudah dijelaskan dari Dinas Pendidikan langsung, dan masih ada juga salah satu SD yang masih ngeyel,” Tegasnya
Minimnya dana BOS kembali menjadi faktor penyebab masih maraknya pungutan yang dianggap fatal oleh masyarakat, Saber Karawang menjelaskan dan menghimbau kepada seluruh sekolah agar membuat RAB sebelum melakukan pungutan yang fungsi dan peruntukanya jelas.
“Sebenarnya kita bilang bukan Pungli di sekolah ya, sekolah sendiri sebenarnya kasihan, dari dana BOS juga kurang, sementara Honorer harus di bayar, jika ketat kita bisa, tapi pemerintah harus memenuhi, kebanyakan di karawang ini saya perhatikan mereka belum tahu sistem, jadi mereka ingin membangun, contohnya kamar mandi tapi caranya salah karna sebelumnya gak bikin RAB dulu yang jelas," Pungkasnya.

(Gie)