Polisi Berhasil Ungkap Seorang Guru Paud Tega Bunuh dan Kubur Bayi Yang Baru di Lahirkannya

Kompol Eko Mardiyanto Pegang BB 
Lensanews (Magelang) - Karena malu karena prilakunya melakukan hubungan gelap dan tidak mau aibnya diketahui orang lain, seorang perempuan MR (26) warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, tega menghabisi nyawa dan mengubur anaknya sendiri yang baru dilahirkannya.

"Yang bersangkutan hamil, karena malu menutupi aibnya hasil hugel (hubungan gelap). Karena malu punya anak, tapi tidak punya bapak, dia melakukan kekerasan terhadap anak yang baru dilahirkan," Ungkap Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, Selasa (16/4/2019).

Saat kasusnya mulai digelar, tersangka masih dalam perawatan dan tidak dapat dihadirkan, namun tersangka mengaku kepada pihak kepolisiian, bahwa pada hari minggu (24/03/2019) sekitar pukul 01.00 WIB telah melahirkan bayi pempuan

"Menurut keterangan pada saat lahir ada upaya kekerasan, hasil autopsi Polda, bayi dibekap dengan tangan (hingga meninggal)," papar Wakapolres.

Bayi didiamkan di atas karpet tanpa diberi pakaian sekitar 30 menit, kemudian dibungkus dan di diamkan di rumah, selanjutnya pada hari Senin (25/03/2019) siang sepulang dia dari mengajar, bayi tersebut baru dikubur di kebun bambu belakang rumahnya dengan menggunakan cangkul, tersangka MR mengubur sendiri bayinya itu pada kedalaman sekitar 50 cm.

Kasus tersebut baru terungkap Senin (15/04/2019), dari pengembangan informasi warga. Selanjutnya pihak kepolisian membongkar lokasi penguburan bayi dan membawa jasadnya untuk dilakukan autopsi.

Akibat perbuatannya itu, MR yang merupakan seorang guru PAUD tersebut akan dijerat pelanggaran Pasal 80 ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

(DN)


Sumber : detiknews.com