Pelaku Penikaman Akhirnya Laporkan Korban ke Polisi

Penyidik Polres Balerang Saat Periksa Pelaku Penikaman Amat Tantoso
Lensanews (Batam) - Kasus penikaman yang dilakukan oleh pengusaha Batam Amat Tantoso terhadap Kelvin Hong, warga Malaysia,  hingga saat ini penyidik Polresta Balerang masih dalam tahap proses penyelesaian berkas perkara, Kamis (16/04/2019).

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, pelaku sekaligus tersangka penikaman Amat Tantoso masih ditahan di Rutan Mapolresta Barelang dan masih dimintai keterangan oleh penyidik, dan pihak kepolisian polisi juga masih memintai keterangan beberapa orang saksi termasuk Mina, yang memberikan pinjaman uang sebesar Rp 7 miliar kepada korban.

”Saat ini Mina masih sebagai saksi, kami mintai keterangan sebagai saksi, korban kalau sudah keluar berarti sudah mulai sehat, pasti bakal dipanggil sebagai saksi, secepatnya akan dimintai keterangan (korban, red),” Ujarnya.

Mengenai laporan yang dibuat pihak pelaku yang merasa dirugikan atas masalah penipuan atau penggelapan, Hengki berjanji akan menindaklanjuti kasus penipuan atau penggelapan ini secara profesional.

”(Pihak Amat Tantoso) sudah melapor dan masih dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim Polresta Barelang dengan memeriksa saksi-saksi,” Jelasnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Barelang menetapkan Amat Tantoso sebagai tersangka penikaman terhadap Kelvin Selaku korban, penikaman itu terjadi di Restoran Wey-Wey, Harbour Bay pada Rabu (10/04/2019) lalu sekitar pukul 19.16 WIB.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 351 ayat (2) KUH Pidana tentang penganiayaan hingga luka berat dengan ancaman lima tahun penjara.

Penikaman ini terjadi karena ada permasalahan antara korban (Kelvin) dengan pelaku (Amat Tantoso) menyangkut masalah pinjaman uang, Kelvin melakukan pinjaman uang terhadap salah seorang karyawan Amat Tantoso bernama Mina yang tak lain juga pacar dari Kelvin Hong, dimana pinjaman uang itu diberikan Mina tanpa sepengetahuan Amat Tantoso.

Saat dilakukan audit pembukuan keuangan Money Change miliknya, Amat Tantoso baru mengetahui adanya kekurangan uang dalam jumlah besar, Mina yang juga merupakan karyawan kepercayaan Amat, mengaku uang sebesar Rp 7 miliar itu di pinjamkan kepada Kelvin Hong, Amat pun kemudian meminta kepada Mina untuk menagih uang tersebut.

Setelah berjumpa, Kelvin Hong hanya memberikan cek yang belum ditandatangani kepada Mina, dimana Kelvin berjanji akan menandatangani cek tersebut setelah bertemu Amat, namun saat berjumpa antara Amat, Kelvin enggan menandatangani cek tersebut hingga Amat emosi dan menikam Kelvin dengan pisau yang sudah dipersiapkannya terlebih dahulu.

(JPN)


Sumber : JPNN.COM