Minta Klarifikasi Terkait Adanya Dugaan Pungutan di Sekolah, Seorang Guru SDN Nagasari VI Karawang Menjawab Dengan Nada Tinggi

SDN Nagasari VI Karawang Yang di Duga Lakukan Pungutan Sebesar Rp. 200.000,00
Lensanews.id (Karawang) – Salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) dengan fasilitas gedung bertingkat berlokasi di Jalan Husni Hamid, Karawang, di duga melakukan pungutan biaya sebesar Rp 200.000,00 per siswa untuk melancarkan Ujian Nasional bagi para siswa kelas 6 tahun 2019.
Dalam dugaan pungutan tersebut terkesan telah terkoordinir oleh sejumlah pihak baik dari sekolah melalui ketua paguyuban yang ada di kelas masing-masing yang kemudian di sampaikan kepada orangtua atau wali murid siswa.
Namun sebagian guru terkesan tidak mau memberikan penjelasan, terkait dugaan adanya pungutan sebagai bentuk sumbangan yang sudah di patok sebesar RP 200.000,00 per siswa.
Salah seorang guru berhasil ditemui, namun guru tersebut terkesan menghindar dan menjawab dengan nada tinggi serta menuduh awak media bahwa, media selalu mencari cari kesalahan.
“Jangan mencari-cari kesalahan orang, gak boleh” Ujar seorang guru dengan nada tinggi saat Lensanews.id mempertanyakan perihal adanya dugaan pungutan berbentuk sumbangan di lingkungan sekolah Nagasari VI, Karawang, Jumat (05/04/2019).
Dari sikapnya, guru tersebut terkesan tidak ramah dan tidak mau memberikan penjelasan terkait adanya dugaan pungutan biaya, menjadi pertanyaan besar bagi orang tua/ wali murid yang memang kurang mampu.
“Nanya kalo orang mau jawab, kalo orangnya gak mau jawab jangan maksa” Lanjutnya lagi dengan nada tinggi.
Guru perempuan yang terkesan tidak punya etika tersebut, seolah tidak menanggapi awak media yang saat itu sedang membutuhkan klarifikasi, dengan caranya disaat membukakan pintu, dan langsung merapihkan kursi yang ada di sekitarnya,
“Awas!” Katanya dengan nada kurang pantas.
Begitupun ketika menanyakan Kepala Sekolah yang saat itu tidak berada di lingkungan sekolah, dengan singkat Guru tersebut menjawab tidak tahu.
“Gak tau!” Jelasnya .

Sementara itu, di tempat terpisah seorang guru memberitahukan bahwa saat ini Kepala Sekolah tidak datang dikarenakan sakit. 
“Ibu Kepala Sekolahnya sedang sakit, gak masuk” ujarnya.
Seorang Guru tentunya akan menjadi lebih terhormat dan dihargai, apabila seseorang datang ke lingkungan sekolah membutuhkan informasi untuk meminta penjelasan atau klarifikasi terkait adanya suatu persoalan di sekolah dengan cara sikap yang santun, ramah dan baik, sehingga menjadi contoh terhadap anak didiknya dan membawa nama baik sekolah.
Namun berbeda dengan Guru yang satu ini, dengan cara sikapnya menjawab pertanyaan awak media, tentu akan menambah pertanyaaan yang lebih besar, tentang adanya dugaan pungutan biaya dalam bentuk sumbangan, dan jika itu benar tentunya bisa memberatkan sebagian orang tua murid kelas 6 di SDN Nagasari VI Karawang.

 (Gie)