Kepala Sekolah Dan Guru SDN Nagasari VI Sebut Paguyuban Sebagai Inisiator Adanya Dugaan Pungutan Liar

SDN Nagasari VI yang di Duga Lakukan Pungutan Sebesar Rp. 200 Ribu
Lensanews.id (KARAWANG) - Terkait adanya dugaan praktek Pungutan biaya dalam bentuk sumbangan bagi kelas 6  untuk melancarkan Ujian Nasional  dan adanya pihak paguyuban yang mengkoordinir pengumpulan biaya pungutan, Kepala Sekolah SDN Nagasari VI membantah bahwa dirinya tidak pernah ikut campur dalam persoalan tersebut.

Kepala sekolah SDN Nagasari VI Yani Sumiati mengatakan, mengenai adanya berbagai biaya yang sering dilakukan disekolah SDN Nagasari VI mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi yang namanya Paguyuban, namun dirinya sebagai Kepala Sekolah tidak pernah ikut campur.

“Ya kalau ibu  gak ikut campur, itumah urusan paguyuban lah, kalo disisni mah udah kebiasaannya kayak gini mungkin” Ungkapnya saat di temui lensanews.id, Senin (15/04/2019)

Selain itu, tentang  persolan adanya kontek paguyuban, dirinya menjelaskan, dirinya tidak mngetahui adanya paguyuban, hal tersebut diluar dari kedinasan melainkan dari komite yang berada di SDN Nagasari VI.

“Kalau paguyuban itu di luar konteknya yang kedinasan, mungkin itu kan dari komite, mungkin dari paguyuban sendiri, bukan dari ibu,” Tambanhnya

Dirinya juga mengelak tidak mengetahui tentang adanya pungutan biaya berbentuk partisipasi  sebesar 200 ribu rupiah/siswa, karena tidak pernah memerintahkan, bahkan persoalan itu dilakukan oleh paguyuban itu sendiri.

“Sampai sekarang masalah 200 itu ibu nggak tahu, soalnya ibu nggak memerintahkan, kalau itu mah paguyuban, diluar kontek dengan komite,” Ungkapnya.

Menurut informasi di lapangan, dari hasil rapat yang telah disepakati oleh paguyuban kelas 6 SD pada hari Selasa (02/04/2019), untuk kelancaran Ujian Nasional dan sebagai bentuk pertisipasi, paguyuban akan mengadakan penarikan biaya yang harus di keluarkan dari semua orang tua/ wali murid  kelas 6 sebesar Ro 200.000, 00, akan tetapi Kepala Sekolah maupun Guru kelas 6 mengaku tidak mengetahui perihal kesepakatan tersebut.

“Oh ini rapat paguyuban, ibu tidak pernah rapat, Ibu juga baru tahu ini, ini malah nggak tahu ibu, ini tergantung mungkin dari paguyuban ini sendiri, mungkin ada salah satu orang tua yang pro dan kontra, itu bukan urusan ibu, tapi dengan paguyuban itu ibu gak nyuruh, tidak ada laporan juga ke ibu” Ujarnya

Menurutnya, dari salah seorang guru mengatakan apabila ada orang tua muris yang keberatan atau tidak mampu untuk memberikan uang sebesar 200 ribu sebagai bentuk partisipasi, ada subsidi silang dari paguyuban.

“Tapi kata guru kelas 6 , kalau nggak bisa ada subsidi silang, dan itu bukan urusan ibu, ibu juga baru tahu, kalau dengan paguyuban itu tidak masalah, tapi ibu nggak nyuruh,” Ujarnya

Dan dirinya memberitahukan, bahwa subsidi silang sudah pernah dilakukan oleh paguyuban saat siswa kelas 6 SDN Nagasari VI mengikuti piknik ke luar kota, Tangerang, dan hal tersebut tidak lepas dari paguyuban,

“Disini ini ada bagusnya, katanya, seperti ada kemarin waktu piknik juga, ada subsidi silang,  Kalau paguyuban disini kelihatannya saling sokong, saling kekeluargaannya ada, tapi ibu sama sekali kalau ini kesepakatan dan rapat paguyuban, ibu rapatnya nggak ikut,” Ujarnya

Namun setelah mengungkapkan dirinya tidak tau sama sekali perihal pungutan tersebut, dirinya juga mengatakan, ada guru kelas enam yang menyarankan subsidi silang.

Sementara itu, sorang guru berhasil di mintai keterangan terkait adanya pungutan 200 ribu/siswa, namun dengan nada tinggi dan terkesan tidak ramah guru tersebut menjawab seperlunya.

“Kita tidak tau, tanya aja ke paguyuban orang tua muridnya jangan ke kita,” Jawabnya dengan nada keras.

Dalam hasil rapat yang tertera diketahui, bahwa paguyuban telah menyepakati, untuk kelancaran anak anak dalam menghadapi ujian nasional, diharapkan partisipasinya dari orang tua murid untuk mengeluarkan uang sebesar 200 ribu/ anak, dan batas pengumpulan dana tanggal 20 april.

“Hasil keputusan rapat paguyuban hari ini, 2 april 2019, dimohon partisipasi dari orang tua sebesar 200 ribu/ anak yang mana uang tersebut akan di gunakan untuk kelancaran ujian anak-anak kita. Seperti alat-alat untuk ujian sudah disiapkan semua kecuali papan alas, ujian akan dilaksanakan pada tanggal 22 april, diharapkan dana partisipasi terkumpul pd 20 april”


(Gie)