Siswa Sudah Dipulangkan, Kapolsek Klari Akui “Tidak Ada Laporan” Mengenai Tawuran Pelajar

Lensanews.id (Karawang) - Terkait adanya enam siswa yang tertangkap warga ketika akan melakukan aksi tawuran di  wilayah sekitaran wilayah Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang,  jumat (08/03/2019) kemarin, H.Syihabudin sebagai Humas MTS Al-Ianah berkomentar saat di temui wartawan lensanews.id di Sekolah, Sabtu (09/03/2019).

Kejadian tersebut bukan terjadi di jam sekolah dan tentunya pihak sekolah pun sudah melakukan pendekatan-pendekatan dengan orang tua murid tersebut agar tidak terjadi lagi hal yang sama yang dapat merugikan semuanya, dirinya juga mengataka, akan adanya warning secara edukatif untuk ke enam siswa tersebut, yang berarti jika ke enam siswa sekali lagi melakukan kesalahan pihak sekolah tidak akan memberikan toleransi atau perlindungan  lagi untuk ke enam siswa tersebut.

“Untuk selanjutnya tentu akan adanya warning, ada warning itu salah satunya dengan ancaman, namun ancaman tersebut bukan berupa regulasi, tapi dengan cara edukasi dan sanksi, kami juga melakukan pendekatan-pendekatan kepada orang tuanya,” Jelasnya kepada lensanews.id.

Beliau juga dengan tegas mengatakan jika siswa tersebut masih melakukan kesalahan yang sama, pihak sekolah akan mengembalikan murid tersebut kepada orang tuanya, dalam kata lain akan di keluarkan dari sekolah.

“Kami masih adakan perlindungan kepada siswa yang terlibat kemarin, tapi jika murid tersebut masih melakukan kesalahan yang sama, bukan tidak mungkin kami akan mengembalikan kepada orang tuanya, dalam kata lain akan di pecat,”Lanjutnya.

Pihak sekolah  akan terus melakukan koordinasi dengan masyarakat maupun pihak kepolisian. Juga menghimbau kepada seluruh murid untuk tidak melakukan hal yang dapat merugikan orang lain maupun dirinya sendiri.

Sejak kemarin  ke enam pelajar tersebut telah kembali ke rumahnya dengan dijemput oleh keluarga masing-masing juga konfirmasi dari pihak sekolah dan dapat belajar seperti biasa setelah mendapatkan arahan dari pihak Desa Walahar, Polsek Klari, maupun pihak Sekolah.

“Anak-anak tersebut telah di jemput keluarga masing- masing, karena itu peraturan dari Polsek agar orang tua tahu. Kami hanya melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian yang di lanjutkan dengan konfirmasi,” Terangnya.

Namun sangat di sayangkan ketika lensanews.id meminta keterangan kepada pihak kepolisian setempat (Polsek Klari) dari kasus tawuran tersebut pihak Kepolisian mengaku tidak mengetahui terkait adanya pelajar yang melakukan aksi tawuran tersebut, padahal ke enam siswa yang terlibat tawuran dan sempat dibawa ke Polsek Klari oleh aparat Desa Walahar.

“Tidak tahu, gak ada laporannya tuh ke saya”. Ujar Kapolsek Klari Komisaris Polisi (Kompol) H. Relisman Nasution, SH, MH kepada lensanews.id.(Gie)