Selundupkan Orang Utan ke Bali, WN Rusia Jadi Tersangka

Kombes Ruddi Setiawan dan Tersangka RZ (Pakaian Warna Orange)
Lensanews.id (Denpasar) – Polrestabes Denpasar menangkap seorang warga negara Rusia berinisial RZ dan ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus penyeludupan hewan, karena perbuatannya tersangka terancam hukuman pidan 5 tahun penjara.
Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengatakan, pada hari sabtu (23/03/2019) dalam kurun waktu 1X24 jam RZ ditetapkan sebagai tersangka, karena telah melanggar UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya alam dan Ekosistem.
"Penetapan tersangka 1x24 jam, Sabtu (23/3). Tersangka dikenakan Pasal 21 ayat 2 huruf a dan c UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, dengan ancaman hukuman 5 tahun," kata Kombes Ruddi Setiawan di Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura, Jl Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (25/03/2019).

Pasal 21 ayat 2 huruf a berbunyi “menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup”, kemudian huruf c berbunyi, "mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia,".

Orang utan itu diduga akan dijual kembali di Rusia. "Pengakuan tersangka baru satu kali. Ini dibawa ke luar negeri untuk dijual lagi," ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan dan mendalami keterangan tersangka RZ terkait dengan pengiriman orang utan tersebut dari Pulau Jawa ke Bali, Namun dengan tertangkapnya tersangka RZ, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Konsulat Rusia.

"Dia masih simpang siur (keterangannya) dari Jawa ke sini, masih kita selidiki dulu, itulah turis, setiap kita menangani persoalan dengan orang asing kita harus koordinasi dengan konsulat," terangnya.

Sebelumnya, petugas aviation security (Avsec) Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melakukan tindakan untuk menggagalkan pengiriman orang utan itu, Jumat (22/03/2019) malam, hewan tersebut dimasukkan dalam keranjang dan disimpan kedalam koper dengan keadaan tidak sadar (di bius)..

Bayi orang utan itu diperkirakan berusia 2 tahun. Selain orang utan, dalam koper tersebut petugas juga menemukan 2 tokek dan 4 bunglon. 


(DN)

Sumber : detiknews