SDN Mulyasejati III Membutuhkan Bantuan Pemerintah

Kondisi Bangunan SDN Mulyasejati III
Lensanews.id (Karawang) – Untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi siswa, tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana yang menunjang dari pemerintah baik segi fasilitas umum dan sosial di tingkat sekolah, seperti yang di alami oleh siswa SDN Mulya Sejati III, yang berlokasi di Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, merasakan ketidak nyamanan dalam belajar, karena sejumlah fasilitas sudah tidak layak untuk digunakan dan harus segera diperbaiki.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Mulyasejati III Suhermawan,s.pd mengatakan, Bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, agar segera memperbaiki sejumlah fasilitas sekolah, untuk kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu, seperti 4 ruang kelas untuk belajar siswa serta Kantor Guru, tempat buang air (WC), pembuatan turap dan lapangan upacara.

“Sebenarnya banyak PR yang harus segera di perbaiki seperti 4 ruangan kelas dan 1 ruangan untuk kantor guru, pembuatan turap dan perbaikan lapangan upacara, dan tempat buang air bagi siswa (Toilet/ WC), dan kami sudah mengajukannya ke Disdikpora bagian Prasarana,” Ujarnya kepada Lensanews.id, Rabu (14/03/2019).

Selanjutnya, Pihaknya sangat apreasi ketika proposal yang di ajukan kepada Disdikpora Kabupaten Karawang mendapatkan respon yang cukup baik, dan mengharapkan semua berjalan dengan lancar.

“Dan kami mendapat bocoran antara bulan 9 atau 10 tahun ini, sedangkan pengajuannya akhir bulan Januari kemarin, mudah-mudahan terlealisasi, lancar dan tidak ada halangan,” Ungkapnya.
Bukan itu saja, pihaknya juga mengharapkan kepada pihak terkait untuk membenahi lapangan upacara, dimana para siswa mengadakan kegiatan upacara akan merasa nyaman, tidak berdesak-desakkan karena posisi tanah yang tidak rata, dan lebih tinggi dari rumah warga.

“Kemudian lapangan untuk tempat upacara ingin dibenahi dan turapnya juga, karena tidak menutup kemungkinan disaat musim hujan dengan posisi tanah sekolah yang lebih tinggi dengan rumah warga, di khawatirkan akan terjadi erosi atau tergerus sedikit demi sedikit, kalau tidak diturap,” Sambungnya.

Terkait dengan tempat pembuangan air besar (WC), pembangunannya sampai sekarang masih sekitar 70 %, para orang tua dan komite yang membuat inisiatif, dimana mereka sangat khawatir ketika para siswa yang sekolah akan buang air dan tidak ada tempatnya.


“Itu juga ada wc yang baru di bangun, ya walaupun baru sekitar 70 %, belum mencapai 80 %, kami khawatir disaat anak –anak (siswa) akan buang air, wcnya tidak ada dan lari kesembarang tempat, seperti ke kebun, pembuatan WC itu inisiatif orang tua murid dengan Komite, yang penting buat siswa dahulu, ketika mereka akan buang air, telah tersedia WC walaupun masih 70 %, dan mereka merasa nyaman, tidak kekebun lagi untuk buang air,” Pungkasnya.(Din)