Satu Malam Dua Rumah di Desa Lemahsubur Berhasil Digasak Komplotan Pencuri, Warga Minta Keamanan Ditingkatkan

Warga Menunjukan Rumah Korban Pencurian di Desa Lemahsubur, Tempuran

Lensanews.id (Karawang) – Aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Tempuran, tepatnya di Desa Lemasubur, Kecamatan Tempuran kian merajalela, pasalnya dalam kurun waktu satu malam dua rumah milik warga berhasil digasak komplotan pencuri. Diduga komplotan pencuri yang melakukan aksinya dengan cara membobol rumah tersebut disaat korban tengah terlelap tidur.
Seperti yang dialami oleh korban pencurian Cahyudi (22) para pelaku pencurian dengan cara mebobol rumah tersebut berhasil menggasak dua buah Handphone miliknya, dan satu unit laptop milik Umar Maulana (19) berhasil digondol pencuri di saat mereka sedang tertidur di rumahnya masing-masing. Kejadian tersebut terjadi di Dusun Pasirmalang, Desa Lemahsubur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Selasa dini hari (05/03/2019).
Salah seorang warga yang tidak mau dipublikasikan namanya menuturkan, bahwa kejadian pencurian yang dialami oleh korban bukan yang pertama, hari sebelumnya pun telah terjadi aksi pencurian di lingkungan Dusun Pasirmalang, bahkan tidak tanggung-tanggung sipencuri membawa kendaraan roda dua ketika si pemilik sedang tidur.
“Kejadian tersebut bukan yang pertama, karena empat hari sebelumnya juga tidak jauh dari lokasi ada pencurian motor dengan keadaan yang sama yakni diperkirakan dini hari dan ketika pemilik rumah sedang tertidur,” Ujar sumber tersebut kepada Lensanews.id, Rabu (06/03/2019).
Dirinya menambahkan, menurut informasi pencurian dirumah Cahyudi pelaku melakukannya dengan cara membobol pintu belakang, sedangkan dirumah Umar pencuri naik keatas dinding yang terbuat dari anyaman bambu.
“Di rumah Cahyudi (22), pelaku membobol pintu belakang dengan cara melubangi dinding samping pintu dan membuka kunci yang menempel didalamnya, sedangkan di rumah Umar (19) pencuri nekat masuk melalui atas dinding yang hanya beranyamkan bambu,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Desa Lemahsubur Amin mengatakan, dirinya hanya menawarkan untuk segera melaporkan persoalan tersebut ke pihak berwajib, namun korban tidak siap memberikan keterangan karena tidak mengerti akan hukum.
“Saya hanya sebatas ingin mendampingi korban untuk membuat laporan ke polsek dari kasus pecurian yang di alami oleh mereka, memang seharusnya ada proses, tapikan gimana si korbannya tidak siap untuk membuat laporan, kecuali korbanya siap untuk prosesnya baru kita siap melapor dan mendampingi,” Terangnya, saat di wawancara Lensanews.id.
Menurutnya, seringnya terjadi pencurian tidak lepas dari kurangnya pengawasan dan tidak adanya kegiatan ronda (Siskamling) dengan masyarakat menjadi salah satu penyebab seringnya kejadian pencurian.
“Bahkan tidak bisa menjamin keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat tapi kembali lagi kepada masyarakat agar tidak tergantung kepada kepemerintahan yang ada,” Imbuhnya.
Sampai saat ini kejadian tersebut tidak dilaporan ke pihak kepolisian karna ketidak pahaman masyarakat tentang hukum dan perangkat desa yang tidak ada inisiatif untuk langsung membantu dan melaporkan kejadian tersebut.(Gie)