Polres Metro Jakarat Utara Bantu BNNK Tangkap Pengedar Narkotika di Kampung Bahari

Narkotika Jenis Sabu
Lensanews (Jakarta) – Polres Metro Jakarta Utara membantu Badan Narkotika Nasional Kotamadya (BNNK) Jakarta Utara dalam upaya melakukan penangkapan terhadap pengedar narkoba di lokasi kampung Bahari, Kebon Pisang, Tanjung Priok, dalam kegiatan tersebut Polres Metro Jakarta Utara menurunkan ratusan personilnya guna pengamanan disaat adanya perlawanan dari sekelompok orang yang menjadi provokator.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budi Herdi Susianto mengatakan, dalam kegiatan tersebut, pihaknya menurunkan 1 kompi dengan 110 personil, untuk keamanan petugas BNNK yang sedang melakukan penangkapan pengedar narkoba di wilayah Kampung Bahari, dan pihaknya juga melakukan tindakan penetralisiran ditempat lokasi kejadian, dimana sebagian pengedar narkoba melarikan diri.

“Kami lakukan back up, bantuan pengamanan. Dengan kekuatan cukup, sekitar 1 kompi sekitar 110 personel. Langkah kita pertama mengamankan petugas BNNK yang sedang melakukan kegiatan, kita dapati mereka sudah menangkap TO-nya jadi bisa kita evakuasi, setelah evakuasi tentunya kita segera melakukan tindakan yakni mencari provokator maupun tempat-tempat yang dicurigai di mana sebagian sudah lari maka kita lakukan penggeledahan di sekitar lokasi tersebut,” Ungkapnya, Rabu (20/03/2019)

Kapolres menjelaskan, pihaknya melakukan penggeledahan dan alhasil ditemukan sisa-sisa narkoba yang sudah dipakai, baik jenis ganja ataupun sabu, juga terdapat adanya alat yang digunakan untuk memakai narkoba, dan 12 orang yang saat itu diamankan karena sikapnya yang mencurigakan.


“Ada yang sempat lari dan seterusnya kami tangkap kami amankan kemudian sekitar 12 orang itu dibawa ke Mapolres, setelah di Mako kami lakukan tes urine, ternyata dari hasilnya 2 yang positif, kemudian yang negatif kami serahkan ke warga kami minta keluarganya datang dan menjemput namun yang dua itu kami serahkan ke BNNK untuk dilakukan rehabilitasi,” Jelasnya.

Ketika proses evakuasi berlangsung, sekelompok oknum yang asalnya dari warga dengan sengaja memadamkan listrik, sehingga keadaan pada waktu itu menjadi gelap gulita, dan petugas sulit untuk mengidentifikasi para oknum warga yang melakukan perlawanan.

“Petugas ada yang sampai dilempari semacam batu atau apa, senjata tajam ada beberapa yang mereka simpan di tempat mereka, kami tidak bisa melakukan identifikasi karena saat itu suasananya lampu disana tidak begitu terang dan petugas BNN saat kita tanyakan tidak bisa melakukan identifikasi, kemungkinan mereka melakukan pelemparan dari tempat yang tersembunyi atau ngumpet-ngumpet,” Terangnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Jakarta Utara Yuanita Amelia Sari menjelaskan, dari sejumlah pelaku yang berhasil diamankan, ada yang memberikan perintah kepada anak buahnya untuk memprovokasi masyarakat sekitar supaya tersangka dilepaskan.  

“Tidak ada pengepungan, jadi karena ada aksi provokasi dari pelaku yang kita amankan, kita melakukan aksi tembakan peringatan agar warga tidak berkerumun, dari empat oknum yang kita amankan ada dua orang yang diminta dilepas oleh mereka,” Ujarnya.

Dari hasil kegiatan tersebut, dua orang yang berhasil diamankan berinisial K dan T, kedua pelaku tersebut merupakan target operasi sekaligus pemain utama dengan barang bukti narkotika jenis sabu dibawah 1 kilogram.

“Dari 12 orang itu ada yang merupakan pemakai. Di TKP mereka hanya membeli (12 orang), kita lakukan asesmen, untuk rehabilitasi nya kita kategorikan apakah mereka pecandu berat atau sedang, sedangkan untuk pelaku utama yaitu K & T dikenakan pasal 112 dan 114 ancaman hukumannya 5 tahun dan maksimal hukuman mati, jadi masyarakat di sana terprovokasi, ada yang pro bandar. Jadi mereka melakukan provokasi,” Pungkasnya.

(PMJ)


Sumber : PoldaMetroJaya