Diduga Kongkalikong Dinas PUPR Enggan Keluarkan RAB Kepada Pihak Sekolah SDN Mulyasejati 3


Lensanews.id (Karawang) – Ketidak puasan dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh salah satu CV dalam pembanguan rehabilitasi sekolah dasar, Kepala Sekolah SDN Mulyasejati III mangambil langkah untuk mengadukan keadaan kondisi bangunan yang sudah selesai di rehab tersebut, dan meminta salinan data RABnya kepada pihak Dinas PUPR selaku pemberi tender lelang, namun pihak Dinas PUPR tidak memberinya.
“Saya sudah menghadap ke pihak PUPR untuk meminta RABnya, bagaimana dengan bangunan yang baru direhab, termasuk meubeulernya ada atau tidak, masa tidak ada meubeuleur dengan anggaran sebesar itu,kata mereka tidak dianggarkan, ya boro-boro dianggarkan, RABnya juga saya tidak tahu,” Kata Kepala Sekolah SDN Mulya Sejati III, Suhermawan,s.pd kepada kepada Lensanews.id, Selasa (12/03/2019)
Banyak yang menanyakan terkait pekerjaan proyek Pembangunan Rehabilitasi yang sedang di kerjakan di Sekolah Dasar Mulya sejati III, bahkan komite sekolah yang setiap hari berada disekolah selalu menanyakan hal yang sama, bahkan dari pegawai (pekerja) selalu ganti.
“Banyak yang menanyakan, bahkan komite juga tanya, ingin melihat, ya saya jawab tidak tahu karena dengan pengawas (pemborongnyanya) saya tidak pernah ketemu, pekerjaanya juga langsung dari pemborong PUPR, seminggu selesai bagiannya, ganti lagi orang-orangnya, sampai komite juga menanyakan hal itu ke saya, pekerjanya bagaimana ya pak?, saya jawab ya tidak tahu kalau itumah, karena bagiannya pengawas atau pemborong Sambungnya.
Karena itu dirinya mengadukan proyek pekerjaaan tersebut ke pengawas, disertai dengan bukti foto, karena selain pekerjaannya yang tidak rapi, di sisi lain nantinya akan menimbulkan kejadian yang tidak diharapkan terhadap siswa disaat mereka sedang belajar di dalam kelas.
“Maka dari itu, saya lapor ke pengawas, ni bukti fotonya, bukti dari engselnya, ruangannya, sekarang kalau di tutup dan ke dorong sama anak-anak (siswa) itu akan mengakibatkan kecelakaan kepada siswa ketika ada diruangan itu, dan untuk menjaganya ya diturunkan saja,” Tambahnya.
Dirinya semakin kecewa ketika menginjak satu bulan, dengan anggaran yang sangat besar, pemborong menggunakan barang material alat pembuka (Kunci) pintu dengan kwalitas yang jelek hingga rusak (potong), lampu teras yang tidak dipasang dan lantai keramik yang tidak di ganti.
“Untuk kunci pintu itu kurang lebih satu bulan sudah rusak, kwalitasnya jelek, sekarang dengan anggaran yang begitu besar tidak sesuai dengan kwalitas barangnya, banyak komplain karena tidak sesuai dengan pengajuan yang ada, seperti lampu, lampu depan kelas itu tidak dipasang, paling harganya berapa sih, pemasangan saklar lampu yang tidak rapih, bukannya saya mengada-ada tapi toh itu kenyataannya, keramik juga tidak diganti, kalau sekolah sih inginnya diganti semua baik dari segi ruangan dan keramiknya, dan itu keramik yang lama, jadi bangunannya bagus keramiknya jelek,” Pungkasnya.(Din)