Demi Tegaknya Hukum, Pengacara Tantang Kapolres


Lensanews.id (Karawang) - Terkait dengan berjalannya proses hukum yang sedang di lakukan oleh pihak kepolisian Polsek Klari terkait tewasnya seorang anak yatim berumur 12 tahun karena tersedot lubang pipa penghisap air di Waterpark De’Keraton Bay, pihak kepolisian terkesan lamban dalam menangani perkara tersebut, pasalnya garis police line yang terpasang di TKP di sinyalir sudah tidak pada tempatnya, bahkan aktivitasnya pun sudah seperti hari-hari biasa,
  
"Seharusnya jangan diperbaiki dulu, karena hal tersebut merusak TKP. Merusak TKP ada tindak pidananya," Ujar Hendra supriatna selaku pengacara korban kepada wartawan, Rabu (06/03/2019).

Dirinya mengingatkan pihak berwajib untuk sesegera mungkin mengungkap kasus yang di alami oleh korban, jangan sampai ada keberpihakan hukum, apalagi ini kelalaian si pengelola Waterpark De’Keraton Bay yang merupakan orang kaya.

"Polisi tidak boleh tinggal diam. Jangan sampai ada pelanggaran social justice dalam perkara ini. Pancasila jelas menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

Bahkan dalam perkara ini, dirinya sempat menantang Kapolres Karawang yang baru saja menjabat beserta penyidiknya, untuk benar-benar menuntaskan kasus tersebut.

"Saya tantang Kapolres Nuredy. Saya Hendra Supriatna SH MH menantang keberanian penegak hukum, khusunya penyidik yang menangani perkara ini," Tegasnya.

Dalam perkara tersebut, dirinya akan selalu mengawasi dan meminta Kapolres Karawang untuk Gelar perkara, seandainya tidak mau, pihaknya akan membuat membuat laporan.

"Untuk mengawasi dan meminta gelar perkara, saya akan meminta gelar perkara, ketika kapolres tidak mau gelar perkara, maka kami akan membuat pengaduan," tegasnya.(Din)