Damkar Karawang

Wakil Bupati Karawang Bersama Damkar Karawang
Lensanews (Karawang)  - Bertindak cepat mengatasi kebakaran, Korps Pemadam Kebakaran (Damkar) kini memasuki usia ke 100 berkiprah meannggulangi bencana. Pemerintah Kabupaten bersama Damkar Karawang merayakan dengan demo dan simulasi menaklukan api, di Lapang Karangpawitan 2, Rabu (13/3/2019).

Perayaan diawali dengan upacara. Dilanjutkan pemeriksaan anggota Damkar langsung oleh Wakil Bupati Karawang dan pemberian penghagaraan untuk satria penakluk api.

Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari membacakan rangkuman sambutan Menteri Dalam Negeri pada kegiatan upacara peringatan HUT Damkar ke-100, HUT Satpol-PP ke-69, HUT Satlinmas ke-57.

“Peringatan Hari Ulang Tahun sebagaimana yang kita lakukan hari ini, tentu tidak hanya dijadikan forum untuk mengenang masa lalu. Lebih dari itu, dimaksudkan sebagai sarana untuk meneruskan semangat juang, dedikasi dan pengabdian aparatur dalam melindungi masyarakat," Uapnya.

Dirinya menambahkan, kebulatan tekad Damkar untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena tugas Pemadam Kebakaran adalah melakukan pencegahan, pengendalian dan penyelamatan serta penanganan bahan berbahaya beracun yang bisa mengakibatkan kebakaran.

"Dan juga melakukan inspeksi dan investigasi kejadian kebakaran serta penyelamatan dalam kondisi yang membahayakan manusia. Pemadam kebakaran bekerja dengan sepenuh hati berdidkasi kepada masyarakat," Ujarnya

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang Asep Wahyu mengatakan, saat ini ada sekitar 36 titik rawan kejadian kebakaran termasuk alang - alang yang tumbuh sendiri di rumah, kendaraan mobil-motor, Listrik, Alat Elektonik, Limbah - limbah dan lainya.

"Untuk penyebab utamanya sendiri banyak, semua bisa dikategorikan musibah yang tak terduga atau kelalaian yang tak terduga. Misalnya alang - alang yang tumbuh sendiri didekat rumah yang sangat rawan akan terjadinya tingkat kebakaran walaupun tadinya iseng -iseng, lalu tidak terkendalikan dan akhirnya meminta bantuan kepada Damkar,"Ungkapnya.

Sedangkan untuk kebakaran paling rawan sekarang, pada musim hujan paling konsleting listrik, kebocoran gas, itu juga bisa menyebabkan bahaya kebakaran, sudah sekitar 36 kejadian insiden kebakaran dari bulan Januari - Maret sekarang ini.

"Tidak hanya ada insiden kebakaran saja pekerjaan yang kita lakukan, bahaya bencana dalam bentuk apapun baik bencana alam, ataupun bencana sosial saat kita selalu sigap melayani masyarakat," Pungkasnya.


(Gie)