9 Tersangka Komplotan Pemalsu Materai Berhasil Diamankan Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya Gelar Konfrensi Pers Terkait Pemalsuan Materai
Lensanews.id (Jakarta) -  Komplotan pemalsuan Materai palsu berhasil ditangkap oleh jajaran Polda Metro Jaya, tidak tanggung-tanggung 9 pelaku yang terlibat dalam jaringan tersebut di amankan setelah menjual materai Rp 6000 melalui situs jual beli online, aksi mereka tercium oleh pihak kepolisian ketika penjualan materai dibawah harga yang ditentukan oleh pemerintah.

Dari ke sembilan tersangka yang berinisial ASR, DK, SS, ASS, ZUL, RH, SF, DA dan R membuat materai palsu di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi, bahkan telah di sebar ke seluruh Indonesia dan negara telah dirugikan Rp 30 Miliar.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, kasus ini terbongkar setelah pada 25 Oktober 2018, Ditjen Pajak melaporkan mengenai komplotan pembuat dan pengedar materai palsu dengan cara memasarkan materai palsu di situs jual beli online.

Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian menangkap sembilan tersangka secara terpisah di kawasan Jakarta Timur dan Bekasi, dari para tersangka polisi menyita alat cetak materai, ribuan lembar bahan materai, Uang Rp 8,2 juta, tinta pewarna, plat aluminium, lembaran blengket, klise film nomer seri materai hingga mesin pembolong materai bentuk bintang dan oval.

Komplotan ini sengaja menjual materai dengan harga lebih murah dari harga asli agar masyarakat tertarik untuk membeli secara online dan komplotan ini menjalani aksinya sejak tahun 2018.

“Untuk materai ini pembuatanya hampir sempurna, karena untuk sablon itu orangnya sendiri, yang cetak orangnya sendiri, kalau kasat mata ini nggak terlihat jadi harus hati-hati, memang membedakan agak sulit, tapi dilihat dari nilai Rp6000 dijual Rp2000, kita patut curiga,” Ucap Brigjen Pol Wahyu didampingi Kasubdit Sumdaling AKBP Ganis Setyaningrum.

Materai palsu tersebut dijual di situs belanja online oleh ASR alias JF seharga Rp550.000 per paket, berisi lima lembar masing-masing berisi 50 keping meterai, selanjutnya petugas koordinasi dengan Perum Peruri dan hasilnya dinyatakan palsu.

Petugas kepolisian kemudian melakukan pengembangan, dan hasilnya pada akhir bulan Februari 2019 petugas mengamankan tersangka ASR dan DK di daerah Kota Bekasi.
“ASR berperan sebagai menyablon dan menjual materai palsu di situs online dengan menggunakan nama inisial JF dan DK berperan sebagai kurir mengirimkan paket meterai palsu melalui ekspedisi,” Ungkapnya, Rabu (20/3/2019).

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan mengamankan SS di daerah Depok dengan peran menyediakan bahan baku pembuatan meterai palsu dan membantu mencarikan percetakan, petugas kemudian mengamankan ASS di daerah Kota Bekasi, yang bertugas membantu mencarikan percetakan dan pembuatan hologram materai palsu.

Pengembangan terus dilakukan dan mengamankan ZUL dan RH di daerah Jakarta Timur berperan mencetak dasar meterai palsu menggunakan mesinofset, serta menangkap SF dan DA di daerah Jakarta Timur, yang bertugas membuat hologram / polimeterai palsu menggunakan mesin poli.

“Dari hasil introgasi DA ditangkap berperan sebagai kurir penghubung ASR ke tersangka ZUL, RH dan SF, dan tersangka lainnya R ditangkap berperan menjahit atau melubangi meterai palsu menggunakan mesinporporasi atau pencacah manual, dan mesin pembolong bentuk bintang dan oval,” Pungkasnya.

(PMJ)


Sumber : PoldaMetroJaya