5 Pelaku Penyelundupan 40 Satwa Langka Diperiksa Gakkum KLHK

Barang Bukti Burung Cendrawasih Yang Akan di Seludupkan
Lensanews.id (Pekanbaru) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendapat penyerahan berupa barang bukti sebanyak 40 ekor satwa langka yang akan di seludupkan ke Malaysia, disertai dengan ke 5 pelaku yang berperan dalam penyelundupan satwa tersebut untuk diproses lebih lanjut, penyelundupan berhasil digagalkan oleh Bea dan Cukai bersama TNI AL di Dumai

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, pihaknya telah menerima puluhan ekor satwa langka dan 5 pelakunya dari Bea Cukai dan TNI AL.

"Barang bukti 40 ekor satwa langka tersebut rencananya akan diselundupkan ke Malaysia. Kini barang bukti dan 5 pelakunya diserahkan ke kita untuk diproses lebih lanjut," Kata Suharyono kepada detikcom, Minggu (24/3/2019).

Dirinya menjelaskan, adapun jenis satwa yang dilindungi itu di antaranya 12 ekor burung kakak tua raja, 7 cenderawasih jenis minor, 2 cenderawasih mati kawat, 2 cenderawasih raja, 2 cenderawasih botak. Selanjutnya ada dua jenis primata 2 owa ungko, 3 julang Sulawesi.

Setelah menerima barang bukti tersebut, tim ahli terdiri dari dokter hewan, pejabat fungsional melakukan identifikasi.

"Semua satwa sitaan ini dipindahkan ke kandang transit satwa di BBKSDA Riau di Pekanbaru untuk dilakukan pemulihan trauma, diobati, diobservasi sebelum nantinya akan diambil tindakan konservasi pelestariannya," Ujarnya.

Seluruh jenis satwa tersebut, bukan merupakan satwa endemik Sumatera melainkan satwa dilindungi itu berasal dari Indonesia bagian timur.

"Kondisi satwa sekarang jauh lebih baik dibanding saat diamankan pertama kali," Sambungnya.

Sedangkan untuk ke 5 pelaku yang berperan dalam membawa dan satu penghubung ke Malaysia, kini tengah dilakukan pemeriksaan maraton oleh tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Gakkum KLHK di Riau.

Dari ke 5 pelaku diketahui ada 4 orang asal Lampung, mereka berinisial, SW (36), TR (20), AN (24) dan Y (29), dan satu pelaku lagi asal Kabupaten Bengkalis Riau inisial FE diduga sebagai penghubung ke Negeri Jiran tersebut, saat ini status mereka masih terperiksa.

Kasus penyelundupan ini awalnya digagalkan pihak BC dan TNI AL di Dumai, pada hari Kamis (21/03/2019), satwa yang dilindungi tersebut diangkut dengan mobil dan diamankan di Pelabuhan Roro, Bandar Sri Junjungan untuk diselundupkan ke Malaysia.

(DN)



Sumber : detiknews